Masuk Radar HSC? Ini Cara BEI Deteksi Saham yang ‘Dikuasai’ Investor Tertentu
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkuat aspek transparansi pasar modal melalui pengumuman High Shareholding Concentration (HSC). Kebijakan ini menyasar saham-saham yang memilik...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkuat aspek transparansi pasar modal melalui pengumuman High Shareholding Concentration (HSC). Kebijakan ini menyasar saham-saham yang memiliki konsentrasi kepemilikan pada segelintir investor saja.
Menurut Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, HSC merupakan pengumuman resmi dari BEI dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Daftar ini berisi deretan saham yang terindikasi mempunyai konsentrasi kepemilikan oleh sejumlah investor yang terbatas. Penentuan status tersebut dilakukan oleh komite khusus bentukan BEI dan KSEI.
Komite ini bekerja dengan memperhatikan berbagai aspek penting. Mulai dari sisi pengawasan, kondisi perusahaan tercatat, hingga profil para pemegang sahamnya.
Langkah ini diambil demi melindungi kepentingan investor publik. “Tujuannya untuk meningkatkan transparansi kepada publik atas informasi konsentrasi Perusahaan Tercatat,” ujar Irvan di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
- Komisaris AKPI Henry Liem Kurangi Kepemilikan Usai Jual 652 Ribu Saham
- IHSG Sesi I Menguat 0,69%, 436 Saham Berada di Zona Hijau
- Disorot BEI Soal Volatilitas Saham, Ini Jawaban Resmi Manajemen MAIN
- Direktur TOTL Jual 750 Ribu Saham di Harga Rp1.160, Porsi Kepemilikan Susut
- Panorama (PANR) Bukukan Pendapatan Rp2 Triliun di Semester I 2026, Naik 16%
- Komisaris AKPI Henry Liem Kurangi Kepemilikan Usai Jual 652 Ribu Saham
- IHSG Sesi I Menguat 0,69%, 436 Saham Berada di Zona Hijau
- Disorot BEI Soal Volatilitas Saham, Ini Jawaban Resmi Manajemen MAIN
- Direktur TOTL Jual 750 Ribu Saham di Harga Rp1.160, Porsi Kepemilikan Susut
- Panorama (PANR) Bukukan Pendapatan Rp2 Triliun di Semester I 2026, Naik 16%
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...