Maybank Indonesia (BNII) Resmi Akuisisi 51% Saham Maybank Asset Management, Segini Nilai Transaksinya
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) resmi menandatangani Akta Jual Beli untuk mengakuisisi mayoritas saham PT Maybank Asset Management (PT MAM). Transaksi tersebut dilakukan pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Direksi BNII menyampaikan, Perseroan membeli sebanyak 36.000 saham PT MAM dari Maybank Asset Management Sdn. Bhd. serta 720 saham PT MAM dari Koperasi Jasa Mitra Anugerah Makmur. Akuisisi itu membuat Maybank Indonesia menguasai 51% saham PT MAM.
Dalam keterbukaan informasi ke BEI, Selasa (04/8/2026), Direksi BNII menyampaikan, pada tanggal 4 Agustus 2026, Perseroan menandatangani Akta Jual Beli dengan Maybank Asset Management Sdn. Bhd. dan Koperasi Jasa Mitra Anugerah Makmur, dimana Perseroan membeli sebanyak 36.000 saham PT Maybank Asset Management (PT MAM) dari Maybank Asset Management Sdn. Bhd. dan membeli sebanyak 720 saham PT MAM dari Koperasi Jasa Mitra Anugerah Makmur (Transaksi).
Direksi BNII menjelaskan pembelian saham tersebut mewakili 51% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor di PT MAM. Menurut Direksi BNII, transaksi ini dilakukan untuk memenuhi ketentuan Peraturan OJK Nomor 30 Tahun 2024 mengenai Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan.
“Langkah tersebut juga menjadi bagian dari pembentukan Konglomerasi Keuangan Maybank Group, dengan Maybank Indonesia berperan sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan Operasional dan PT MAM sebagai anggota konglomerasi,” tulis Direksi BNII.
Sebelum transaksi diselesaikan, Maybank Indonesia telah memperoleh persetujuan OJK. Persetujuan tersebut diberikan melalui Surat OJK Nomor S-114/PB.33/2026 tertanggal 18 Mei 2026 terkait rencana penyertaan modal serta Surat OJK Nomor S-351/PM.11/2026 tertanggal 30 Juli 2026 mengenai perubahan pemegang saham pengendali PT Maybank Asset Management atas nama PT Bank Maybank Indonesia Tbk.
Selain itu, transaksi juga telah memperoleh persetujuan dari pemegang saham Maybank Indonesia maupun pemegang saham PT MAM.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp5,35 miliar. Sumber pendanaannya berasal dari realokasi aset likuid atau High Quality Liquid Assets (HQLA) ke instrumen investasi berbentuk saham. Setelah transaksi rampung, Maybank Indonesia akan menjadi pemegang saham pengendali PT MAM dengan kepemilikan 51%.
Direksi BNII menyatakan, setelah
penyelesaian transaksi, Perseroan akan secara langsung memiliki 51% saham PT
MAM. Dengan demikian, Perseroan akan menjadi Pemegang Saham Pengendali PT MAM,
dimana Perseroan berperan sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan
Operasional dan PT MAM sebagai anggota Konglomerasi Keuangan.