STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Sentimen pembekuan indeks MSCI awal tahun ini memicu tekanan jual pada saham berkapitalisasi besar (big caps). Di tengah kondisi tersebut, saham boutique atau emiten niche justru menunjukkan stabilitas yang lebih baik.
Chairman dan Founder Masyarakat Investor Independen (MII) Indonesia, Thendri Supriatno menilai fenomena ini sebagai peluang akumulasi menarik. Saham boutique merupakan emiten dengan spesialisasi tinggi dan fokus bisnis yang jelas.
Menurut Thendri, perusahaan jenis ini memiliki keunggulan kompetitif spesifik serta fundamental solid. Namun, keberadaan mereka sering kali belum mendapat perhatian luas dari pelaku pasar.
“Di situlah peluang value investing yang sesungguhnya berada,” ujar Thendri di Jakarta, Jumat (6/2).
Selama ini, banyak investor ritel terjebak pada pergerakan big caps yang fluktuatif. Saham boutique dengan fundamental jelas dan valuasi atraktif menawarkan nilai investasi yang lebih terukur.
Thendri menekankan pentingnya pemahaman fundamental perusahaan. Investor perlu mengerti alasan di balik keputusan membeli sebuah saham agar pasar modal tidak menjadi arena tebak-tebakan.
Salah satu contoh emiten kategori ini adalah PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON). Perusahaan ini baru saja mencatatkan kontrak baru senilai Rp4 triliun sepanjang 2025.
WTON menunjukkan karakteristik value stock dengan arus kas stabil dan bisnis nyata yang sehat. Saat ini, harga sahamnya dianggap masih berada di bawah nilai wajar.
Diversifikasi pelanggan WTON juga tergolong sangat kuat. Sektor swasta mendominasi sebesar 54.85%, diikuti BUMN 21.65%, dan kerja sama operasi 18.33%.
Manajemen WIKA Beton menyebut kualitas pesanan perusahaan mencerminkan ketahanan bisnis jangka panjang. Infrastruktur menyumbang 56.35% omzet, disusul industri 15.85%, dan properti 11.63%. Sisanya tersebar di sektor kelistrikan, tambang, serta energi.
“Ini adalah peluang akumulasi yang menarik bagi investor yang memahami value investing,” jelas manajemen WIKA Beton.
Selain kinerja keuangan, WTON juga fokus pada prinsip ESG melalui produk ramah lingkungan. Produk hunian WHOME milik perusahaan turut mendukung Program 3 Juta Rumah pemerintah.
Daya tarik utama saham boutique terletak pada diversifikasi portofolio untuk meminimalkan risiko. Strategi rotasi dari big caps ke saham boutique dinilai sebagai langkah proaktif untuk menangkap peluang kenaikan valuasi di masa depan.
