Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini Penopangnya

Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini Penopangnya
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Bacakan Artikel

Purbaya menegaskan sinergi kebijakan antaranggota KSSK akan terus diperkuat untuk menjaga keberlanjutan momentum pertumbuhan ekonomi.

"Dengan sinergi kebijakan tersebut, pertumbuhan ekonomi untuk keseluruhan tahun 2026 diprakirakan berada dalam kisaran 5,6-6,0% yoy, ditopang berbagai sinergi kebijakan Pemerintah dan lembaga anggota KSSK lainnya untuk menjaga berlanjutnya momentum pertumbuhan," ujar Purbaya.

Di sektor eksternal, neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari-Juni 2026 masih mencatat surplus USD3,58 miliar, meski pada Juni terjadi defisit USD0,45 miliar. Aliran investasi portofolio asing pada triwulan II 2026 membukukan net inflows USD8,5 miliar, terutama ditopang investasi pada Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Nilai tukar rupiah menguat ke Rp17.994 per dolar AS pada 31 Juli 2026 setelah sempat melemah akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah dan ekspektasi kenaikan Fed Funds Rate (FFR). Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026 tetap tinggi di level USD145,6 miliar, setara pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: