Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini Penopangnya
Sementara itu, realisasi Pembiayaan Anggaran mencapai Rp452,0 triliun, tumbuh 59,4% yoy, didukung pengelolaan pembiayaan utang yang prudent dan terukur.
Pemerintah juga terus mengoptimalkan APBN sebagai shock absorber, agent of development, dan protecting the poor. Hingga akhir triwulan II 2026, subsidi mencapai Rp116,0 triliun, kompensasi Rp116,9 triliun, Program MBG terealisasi Rp101,1 triliun untuk 63,13 juta penerima manfaat, serta Program Sekolah Rakyat Rp13,1 triliun untuk 104 sekolah permanen. Program perlindungan sosial juga terus berjalan melalui PKH sebesar Rp14,5 triliun, Kartu Sembako Rp19,7 triliun, dan Program Indonesia Pintar (PIP) Rp8,8 triliun. Pemerintah juga melanjutkan berbagai stimulus, termasuk insentif perpajakan bagi penulis nasional, diskon transportasi, serta program magang dan vokasi.
- RUPST ICON Putuskan Tak Bagikan Dividen Tahun 2025
- MDIA Buka Suara soal Volatilitas Saham, Ungkap VIVA Alihkan 1 Miliar Saham
- Kabar Duka, Komisaris Independen BRMS Kanaka Puradiredja Meninggal Dunia
- Samuel Sekuritas Tambah Kepemilikan di NSSS Jadi 25,18% Usai Transaksi Repo
- Mitra International (MIRA) Jual Aset Rp55 Miliar, Likuiditas dan Modal Kerja Men...
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...
- KSSK: Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga, Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tum...
- Kini Beli Bawang hingga Cabai Bisa di Kantor Pos, RTN dan Pos Indonesia Siapkan...
- RUPST ICON Putuskan Tak Bagikan Dividen Tahun 2025
- MDIA Buka Suara soal Volatilitas Saham, Ungkap VIVA Alihkan 1 Miliar Saham
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...
- Diplomasi Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Anjlok 4,5%, Bursa Saham Eropa Parkir...
- NIRO Bakal Lepas Salah Satu Lini Usaha Entitas Anak, Ini Tujuannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Trump Batalkan Serangan ke Iran