Merespons Rapor MSCI 2026, BEI Tegaskan Reformasi Pasar Modal Terus Berjalan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ€“ Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan reformasi pasar modal akan terus dilanjutkan menyusul hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026 yang masih mencatat sejumlah ha...

Merespons Rapor MSCI 2026, BEI Tegaskan Reformasi Pasar Modal Terus Berjalan
Bacakan Artikel

Pada aspek Clearing and Settlement, MSCI mencatat fasilitas overdraft bagi investor asing belum diperbolehkan. Kondisi ini menciptakan kebutuhan prefunding yang dinilai mengurangi fleksibilitas transaksi.

Sementara pada aspek Transferability, transfer saham secara in-kind hanya diperbolehkan dalam kondisi tertentu sehingga fleksibilitas perpindahan aset masih lebih rendah dibandingkan sejumlah negara emerging market lainnya.

Untuk Stock Lending, MSCI mencatat fasilitas tersebut memang tersedia, namun masih terbatas pada saham tertentu dengan jangka waktu kontrak maksimal 90 hari.

Sedangkan pada aktivitas short selling, MSCI menilai transaksi tersebut telah diperbolehkan, namun masih terdapat sejumlah pembatasan.

Menanggapi sorotan MSCI terhadap short selling, Jeffrey menegaskan kebijakan pembatasan bukan hanya diterapkan di Indonesia.

"Kalau short selling, di kita sudah ada aturannya dan disebutkan adanya pembatasan. Saya kira pembatasan terhadap short selling juga dilakukan di banyak bursa dengan kondisi pasar seperti ini," katanya.

BEI, lanjut Jeffrey, akan terus melakukan penyempurnaan pada berbagai aspek pasar, mulai dari infrastruktur perdagangan, regulasi hingga pengawasan.

"Perbaikan infrastruktur perdagangan sudah pasti kita lakukan. Perbaikan dari sisi peraturan akan kita lakukan. Perbaikan dari sisi pengawasan juga akan terus kita lakukan," ujarnya.

Menurut dia, penguatan pengawasan menjadi salah satu fokus utama untuk menjawab berbagai perhatian yang disampaikan MSCI.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: