Minta Pemegang Saham Independen Restui Agenda 5 dan 6 di RUPST Besok, Ternyata Ini Urgensi dan Deretan Manfaat Bisnis FMC Telkom!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) atau Telkom akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa, 30 Mei 2023. Ada sembilan agenda yang akan dibahas...
Reza mengungkapkan, saat ini, dari 25 perusahaan telekomunikasi terbesar di dunia, sebanyak 23 diantaranya telah mengimplementasikanย program FMC. Artinya, Telkom adalah salah satu dari dua perusahaan yang belum menjalankan bisnis ini. Adapun salah satu kendala sehingga baru kali ini Telkom dapat merealisasikan bisnis FMC yakni karena kepemilikan saham Perseroan di Telkomsel tidak 100%. Sehingga, Telkom mesti berkomunikasi dan mendapat persetujuan dari pihak Singtel selaku pemegang 35% saham Telkomsel.
Konsolidasi di industri telekomunikasi memang merupakan tren global. Sebagai contoh, pada 2006 AT & T mengakuisisi BellSouth, lantas menjadikan JV Cingular Wireless sebagai anak perusahaan wireless yang dimiliki sepenuhnya. Adapun nilai akuisi tersebut mencapai US$86 miliar.
Kemudian, Verizon membeli sisa saham Verizin Wireless dari Vodafone pada 2013 senilai US$130 miliar. Vodafone mengakuisisi Liberty Global Ops di Jerman dan CEE pada 2019 senilai US$21 miliar. Selain itu, BT mengakuisisi EE,MNO terbesar di Inggris pada 2016 dengan nilai transaksi US$19 miliar. Kemudian, NTT membeli Docomo untuk dimilki 100% pada tahun 2020 senilai US$40 miliar.
โDengan strategi FMC ini, maka Business to Consumers (B2C) di TelkomGroup akan sepenuhnya dikelola oleh Telkomsel. Sedangkan Telkom akan fokus pada Business to Business (B2B),โ jelas Reza.
Reza menambahkan, keunggulan FMC antara lain penawaran layanan fixed dan mobile yang sebelumnya terpisah menjadi terinterasi. Kemudian pengalaman pelanggan (customer experience) yang tadinya hanya tergantung pada satu layanan saja menjadi lebih optimal.
Kehadiran layanan FMC juga memberi manfaat bagi masyarakat. Misalnya, inovasi terhadap peningkatan pelayanan dengan seamless experience. Kemudian, akses terhadap layanan digital menjadi lebih mudah dan merata sehingga meningkatkan produktifitas. FMC juga mengedepankan value for money.
- EBITDA BUMA International Group Naik 8% di Semester I-2026, Rugi Bersih Menyusut...
- Ekspansi Pasar Kopi RTD Nabati, OATSIDE Rilis Varian Espresso Roast dan Kemasan...
- Rabundo Tembus Pasar Nasional, BRI Dukung UMKM Bumbu Rendang Asli Minang Naik Ke...
- Transformasi Danantara Berbuah Manis, Pendapatan Telkom (TLKM) Capai Rp75,9 Tril...
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan
- TransNusa Buka Rute Baru Lampung ke Kuala Lumpur dan Jakarta Mulai Agustus 2026
- EBITDA BUMA International Group Naik 8% di Semester I-2026, Rugi Bersih Menyusut...
- Ekspansi Pasar Kopi RTD Nabati, OATSIDE Rilis Varian Espresso Roast dan Kemasan...