Minyak Menguat dalam Sepekan, Dipicu Sanksi Iran dan Rencana OPEC+ Kendalikan Produksi
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak mentah dunia naik pada penutupan perdagangan Jumat (21/3/2025) waktu setempat atau Sabtu pagi (22/3/2025) WIB. Harga komoditas ini menutup pekan kedua berturut-t...
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak mentah dunia naik pada penutupan perdagangan Jumat (21/3/2025) waktu setempat atau Sabtu pagi (22/3/2025) WIB. Harga komoditas ini menutup pekan kedua berturut-turut dengan kenaikan. Sentimen positif dipicu oleh sanksi baru Amerika Serikat terhadap Iran dan rencana OPEC+ untuk mengendalikan produksi berlebih.
Mengutip CNBC International, harga minyak mentah berjangka Brent naik 16 sen atau 0,22% menjadi US$72,16 per barel, di London ICE Futures Exchange.
Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI menguat 21 sen atau 0,31% mencapai US$68,28 per barel, di New York Mercantile Exchange. Secara mingguan, Brent naik 2,24% dan WTI menguat 1,64%.
Amerika Serikat pada Kamis mengumumkan sanksi baru terhadap Iran. Untuk pertama kalinya, sanksi ini menargetkan perusahaan kilang independen di China yang terlibat dalam pengiriman minyak Iran. Langkah ini merupakan bagian dari kampanye tekanan maksimum yang kembali diperkuat oleh Presiden AS, Donald Trump, sejak Februari lalu.
Analis di ANZ Bank memperkirakan ekspor minyak Iran bisa berkurang hingga 1 juta barel per hari akibat sanksi yang lebih ketat ini. Data dari Kpler menunjukkan ekspor minyak Iran mencapai lebih dari 1,8 juta barel per hari pada Februari. Namun, angka ini bisa mengalami revisi karena aktivitas kapal Iran sering disamarkan untuk menghindari sanksi.
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- Direktur WGSH Moch Sajoang Resmi Mundur, Efektif per 31 Juli 2026
- Dividen Interim TAPG Capai Rp1,19 Triliun, Catat Jadwal Cum Dividen
- Kini Beli Bawang hingga Cabai Bisa di Kantor Pos, RTN dan Pos Indonesia Siapkan...
- Komisaris AKPI Henry Liem Jual 193.500 Saham di Saat Harga Naik
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten