Modal Asing Deras Masuk, Kewajiban Investasi RI Tembus USD 272,6 Miliar di 2025
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada triwulan IV 2025 mencatat kenaikan kewajiban neto. Angkanya menembus USD 272,6 miliar. Jumlah ini naik dari posisi triwula...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada triwulan IV 2025 mencatat kenaikan kewajiban neto. Angkanya menembus USD 272,6 miliar. Jumlah ini naik dari posisi triwulan III 2025 sebesar USD 261,8 miliar.
Kenaikan ini terjadi akibat lonjakan Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN). Pertumbuhan KFLN berhasil melampaui kenaikan Aset Finansial Luar Negeri (AFLN).
Posisi KFLN pada akhir triwulan IV 2025 mencapai USD 831,1 miliar. Angka ini melonjak dari USD 807,3 miliar pada triwulan sebelumnya. Aliran masuk modal asing menjadi pendorong utama.
Dana asing mengalir deras ke investasi portofolio dan investasi langsung. Persepsi positif investor terhadap iklim investasi Indonesia sangat terjaga. Penguatan indeks harga saham domestik ikut mengerek posisi KFLN.
Di sisi lain, posisi AFLN juga naik menjadi USD 558,5 miliar. Pada akhir triwulan III 2025, posisinya masih USD 545,5 miliar. Kenaikan cadangan devisa memicu peningkatan ini. Lonjakan harga emas dan indeks saham global turut memberi dorongan.
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Kini Beli Bawang hingga Cabai Bisa di Kantor Pos, RTN dan Pos Indonesia Siapkan...
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- Inflasi Juli 2026 Tembus 2,88%, BPS Catat Papua Barat Tertinggi
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...