Mohon Persetujuan RUPS, Mitra Pedagang (MPIX) Siap Menambah Kegiatan Usaha Baru
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MPIX), emiten penyedia platform digital untuk UMKM, dan E-commerce berencana menambah satu kegiatan usaha baru, yaitu industri penyediaan jas...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MPIX), emiten penyedia platform digital untuk UMKM, dan E-commerce berencana menambah satu kegiatan usaha baru, yaitu industri penyediaan jasa pembayaran dengan kode KBLI 66141 sesuai KBLI 2025.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan ke BEI, Jumat (19/6/2026), manajemen MPIX mengemukakan, rencana ini terlebih dahulu akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam RUPS Luar Biasa (RUPSLB) Perseroan yang akan digelar pada 29 Juni 2026.
Menurut manajemen MPIX, industri penyediaan jasa pembayaran ini mencakup kegiatan penyediaan jasa pembayaran kepada pengguna akhir layanan sistem pembayaran pada sisi depan. Ini meliputi penatausahaan sumber dana untuk pembayaran, termasuk menerbitkan instrumen atau akun pembayaran. Berikut, penerusan perintah transfer dana (termasuk layanan remitansi) dan penerusan data transaksi pembayaran, termasuk pengakuisisian (acquiring) dan penyelenggaraan gerbang pembayaran (payment gateway).
Penambahan kegiatan usaha ini akan dilaksanakan melalui akuisisi 60% saham PT Mobile Coin Asia (MCA), sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP). Kegiatan usaha baru ini dijadwalkan akan mulai dijalankan pada bulan Juli 2026.
Adapun rencana penambahan kegiatan usaha ini dilakukan dengan pertimbangan Industri PJP di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan positif yang konsisten, pengiriman uang (remittance) mencapai rekor tertinggi sebesar USD4.465,04 juta pada kuartal IV 2025.
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- TBIG Bukukan Pendapatan Rp3,46 Triliun pada Semester I 2026, Tambah 2.023 Penyew...