Neraca Pembayaran RI Defisit US$6,7 Miliar Triwulan II 2025, Cadangan Devisa Masih Perkasa
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) –– Bank Indonesia melaporkan kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) triwulan II 2025 tetap terjaga meski ketidakpastian global masih tinggi. Defisit transaksi berjalan terca...
Investasi portofolio justru mencatat defisit, terutama akibat aliran keluar modal asing dari surat utang domestik. Meski begitu, investasi lainnya berhasil menutup sebagian tekanan karena surplus dari penarikan pinjaman luar negeri sektor swasta. Secara keseluruhan, transaksi modal dan finansial pada triwulan II 2025 mencatat defisit US$5,2 miliar.
Junanto menegaskan Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan global yang berpotensi memengaruhi prospek NPI. “Bank Indonesia memperkuat respons bauran kebijakan yang didukung sinergi erat dengan Pemerintah dan otoritas terkait, guna memperkuat ketahanan sektor eksternal,” ujarnya dalam keterangn resmi di Jakarta, Kamis (21/8/2025).
Ke depan, BI memperkirakan kinerja NPI 2025 tetap sehat. Proyeksi ditopang surplus transaksi modal dan finansial serta defisit transaksi berjalan yang rendah, dalam kisaran 0,5% hingga 1,3% dari PDB. Surplus tersebut diperkirakan berlanjut sejalan dengan aliran masuk modal asing dan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian Indonesia yang tetap baik dengan imbal hasil investasi yang menarik.
- 1
- 2
- Bursa Saham Asia Pasifik Bervariasi, Indeks Kospi Anjlok 5% Usai Cetak Rekor
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Kini Beli Bawang hingga Cabai Bisa di Kantor Pos, RTN dan Pos Indonesia Siapkan...
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- Inflasi Juli 2026 Tembus 2,88%, BPS Catat Papua Barat Tertinggi
- Bursa Saham Asia Pasifik Bervariasi, Indeks Kospi Anjlok 5% Usai Cetak Rekor
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%