Operator Rumah Sakit Mayapada (SRAJ) Terbitkan Surat Utang Rp1,89 Triliun, Buat Apa?
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), operator Rumah Sakit Mayapada, menyampaikan bahwa Perseroan telah menerbitkan surat utang senilai US$125 juta atau setara...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), operator Rumah Sakit Mayapada, menyampaikan bahwa Perseroan telah menerbitkan surat utang senilai US$125 juta atau setara Rp1,89 triliun pada tanggal 26 Februari 2025.
Sekretaris Perusahaan SRAJ Arie Farisandi dalam keterangan tertulis, Kamis (27/2/2025) mengemukakan, penerbitan surat utang dengan jumlah pokok sebesar US$125.000.000 atau setara dengan Rp1.892.250.000.000 dengan menggunakan asumsi Kurs tengah Bank Indonesia per 30 September 2024 sebesar 1 US$ = Rp15.138 sebagaimana diumumkan oleh Bank Indonesia.
Menurut Arie, surat utang tersebut masing-masing sebesar US$62.500.000 kepada BCSS Maverick Holdings I, L.P., dan US$62.500.000 kepada BCSS Maverick Holdings II, L.P. (BCSS Maverick Holdings I, L.P. dan BCSS Maverick Holdings II, L.P., (selanjutnya disebut Para Investor). Surat utang ini akan jatuh tempo pada hari terakhir di bulan ke-84 (7 tahun) sejak bulan penerbitan Surat Utang.
- JakOne Mobile Berjaya, Bank Jakarta Sabet Penghargaan Digital Excellence Awards...
- Penjualan ICBP Capai Rp41,86 Triliun, Kenapa Laba Bersih Justru Susut 33% di Sem...
- Penjualan Indofood Tembus Rp65,53 Triliun, Tapi Laba Bersih Turun Gara-Gara Ini
- Telkom Cetak Laba Rp14,21 Triliun di Semester I 2026, Pendapatan Tembus Rp75,88...
- SIMP Kantongi Laba Rp874 Miliar di Semester I 2026, Penjualan CPO Melonjak 15%
- Simak Top 5 Net Foreign Buy Sepekan: BBCA Jadi Incaran Investor Asing, TPIA Pimp...
- Kinerja IHSG Juli 2026 Menguat Tajam 10,51%, Investor Nikmati Reli Bursa
- IHSG Ditutup Naik 49,762 Poin ke 6.236,126, Mayoritas Saham dan Bursa Asia Mengh...
- JakOne Mobile Berjaya, Bank Jakarta Sabet Penghargaan Digital Excellence Awards...
- Penjualan ICBP Capai Rp41,86 Triliun, Kenapa Laba Bersih Justru Susut 33% di Sem...