back to top

Pendapatan Anjlok 26,9%, Ini Penjelasan Manajemen Alamtri Minerals Indonesia (ADMR)

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) mencatat penurunan pendapatan cukup tajam pada semester I 2025. Berdasarkan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) No. 28, pendapatan perusahaan per 30 Juni 2025 tercatat sebesar US$443 juta. Angka ini turun 26,9% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai US$607 juta.

Corporate Secretary ADMR, Mahardika Putranto, menjelaskan target volume penjualan batu bara metalurgi sepanjang 2025 masih sesuai panduan, yakni 5,6 juta ton hingga 6,1 juta ton. “Perseroan akan menjalankan rencana kerjanya sesuai panduan volume penjualan yang telah ditetapkan,” ujarnya dikutip dari keterbukaana informasi di laman Bursa, Rabu (17/9/2025).

Dari sisi beban pokok pendapatan, ADMR mencatat penurunan tipis. Berdasarkan CALK No. 29, beban pokok pendapatan per 30 Juni 2025 mencapai US$263,74 juta, turun dibandingkan periode sama 2024 sebesar US$277 juta. Namun, terdapat peningkatan biaya jasa pertambangan menjadi US$101,6 juta dari sebelumnya US$93,06 juta, serta pengangkutan bongkar muat sebesar US$67 juta dari sebelumnya US$64,17 juta.

Mahardika menjelaskan penurunan pendapatan yang lebih besar dibandingkan penurunan beban pokok terjadi karena harga jual rata-rata batu bara ikut melemah mengikuti harga global. “Beban pokok hanya menurun 4,8% sedangkan pendapatan turun 26,9%. Hal ini dikarenakan adanya kenaikan biaya produksi dari jasa pertambangan dan jasa pengangkutan sebesar US$11,8 juta seiring dengan peningkatan volume. Namun hal ini di offset dengan penurunan biaya royalti sebesar US$18,3 juta dan penurunan pergerakan persediaan sebesar US$6,5 juta,” ungkapnya.

Kenaikan biaya pertambangan dan pengangkutan terjadi karena produksi batu bara naik 16% menjadi 3,47 juta ton. Penjualan juga naik 11% menjadi 2,88 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Terkait persediaan, manajemen menegaskan tidak ada pencadangan kerugian penurunan nilai. “Perseroan tidak mencadangkan kerugian penurunan nilai karena sampai dengan saat ini Perseroan selalu menjaga nilai perolehan batu bara agar lebih rendah dari harga batu bara,” kata Mahardika.

Untuk memastikan transparansi transaksi dengan afiliasi, Mahardika menegaskan, “Setiap transaksi dengan perusahaan berafiliasi dilakukan secara arm’s length principle.”

Dalam CALK No. 30, perusahaan juga merinci beban lain-lain yang pada semester I 2025 mencapai US$3,36 juta, lebih rendah dibandingkan periode sama 2024 sebesar US$5,04 juta. Beban itu terdiri dari biaya sewa, jasa manajemen, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), jasa fasilitas, perjalanan bisnis, barang habis pakai, dan biaya lainnya.

Dari sisi pembiayaan, ADMR menjelaskan belum membebankan biaya bunga pinjaman pada periode ini. Pinjaman bank yang diterima anak usaha dipakai untuk pembangunan proyek smelter aluminium. Mengacu pada PSAK 26, bunga pinjaman tersebut dapat dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya perolehan aset yang membutuhkan waktu panjang untuk digunakan.

Soal kebijakan dividen, Mahardika menegaskan perusahaan akan mengkaji kemampuan membagikan dividen setiap tahun. “Seiring upaya membangun fondasi yang kuat untuk pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan, Perseroan akan memprioritaskan kebutuhan belanja modal. Dalam hal Perseroan memiliki laba bersih, Perseroan akan memprioritaskan untuk melakukan pelunasan pinjaman dan kemudian sisanya akan dibagikan sebagai dividen,” jelasnya.

Mahardika juga memastikan ADMR tidak memiliki perkara hukum. “Sampai dengan tanggal surat tanggapan ini, Perseroan tidak memiliki perkara hukum, termasuk terkait perpajakan, somasi, gugatan, PKPU, atau pailit dari pihak ketiga, kreditur, maupun supplier Perseroan,” tegasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Penjualan dan Laba Lonsum (LSIP) Kompak Tumbuh pada Tahun 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)...

Kinerja Positif, Penjualan dan Laba Salim Ivomas (SIMP) Tumbuh pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) hari...

Tumbuh 15,26%, Jaya Real Property (JRPT) Bukukan Laba Rp1,30 Triliun di 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Emiten pengembang properti, PT Jaya Real Property...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru