Pendapatan Bali Towerindo Sentra Ditargetkan Rp1,1 Triliun Tahun Ini
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Pendapatan PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) ditargetkan Rp1,1 triliun pada 2022. Target tersebut 16,2% di atas pendapatan BALI yang mencapai Rp946,63 miliar pada 2021. Di...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Pendapatan PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) ditargetkan Rp1,1 triliun pada 2022. Target tersebut 16,2% di atas pendapatan BALI yang mencapai Rp946,63 miliar pada 2021.
Direksi BALI dalam materi paparan publik yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (28/6) mengemukakan, untuk mencapai target di atas, pihaknya akan melakukan pemasaran produk Perseroan secara intensif yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.
Selain itu, Perseroan juga akan fokus pada pengembangan bisnis kolokasi untuk menekan capex dan biaya operasional, melakukan penambahan menara MCP 50-70 unit, serta penambahan Home Passed 60-80 ribu.
Hingga Maret 2022, BALI membukukan pendapatan Rp244,84 miliar, tumbuh 11,26%, dari Rp220,04 miliar per Maret 2021. โPencapaian tersebut mencerminkan 22,25% dari target pendapatan tahun ini,โ tulis Direksi BALI.
Dari pendapatan tersebut, emiten beraset Rp5,13 triliun per Maret 2022 itu membukukan laba sebesar Rp53,52 miliar per Maret 2022, melesat 45,9%, jika dibandingkan Rp36,68 miliar pada periode yang sama 2021.
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan
- TransNusa Buka Rute Baru Lampung ke Kuala Lumpur dan Jakarta Mulai Agustus 2026
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026