STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Struktur kepemilikan saham PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) mengalami perubahan besar. J Trust Co., Ltd. selaku pemegang saham pengendali resmi melepas sebagian kepemilikannya. Aksi korporasi ini tuntas dilaksanakan pada 9 Januari 2026.
Perusahaan investasi asal Tokyo, Jepang tersebut menjual sebanyak 878.377.481 lembar saham BCIC. Harga penjualan dipatok pada level Rp310 per lembar saham. Dari transaksi ini, J Trust Co., Ltd. meraup dana segar senilai Rp272,297 miliar.
Manajemen menjelaskan divestasi ini bertujuan menerima investasi strategis. Dampaknya, jumlah saham milik J Trust Co., Ltd. menyusut menjadi 12.203.135.210 lembar. Porsi kepemilikan saham sang pengendali turun dari 72,23% menjadi 67,38%.
Sekretaris Perusahaan BCIC, Hendy Deiny Wong, menyampaikan pengumuman resmi melalui keterbukaan informasi. “Perseroan menyampaikan Perubahan Struktur Pemegang Saham yang berakhir pada 09 Januari 2026,” tulisnya, Rabu (14/1/2026).
Meski jumlah saham berkurang, Nobiru Adachi selaku Direktur J Trust Co., Ltd. menegaskan posisi perusahaan tidak berubah. Status J Trust Co., Ltd. tetap menjadi pemegang saham pengendali bank. Transaksi ini dilakukan melalui kepemilikan langsung.
Langkah divestasi ini membawa dampak positif bagi likuiditas saham BCIC di bursa. Porsi saham milik masyarakat atau free float melonjak signifikan. Kepemilikan publik kategori non-warkat (scripless) naik dari 7,71% menjadi 12,56%.
Kini, total saham yang beredar di tangan masyarakat mencapai 2.274.106.508 lembar. Peningkatan ini membuat Bank JTrust semakin patuh terhadap ketentuan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait batas minimal saham publik. Jumlah pemegang saham pun bertambah dari 4.632 menjadi 5.304 pihak.
Di sisi lain, posisi pemegang saham utama lainnya tidak mengalami perubahan. J Trust Asia Pte. Ltd. tetap menguasai 18,67% saham. PT JTrust Investment juga masih menggenggam kepemilikan sebesar 1,39%. Adapun Nobuyoshi Fujisawa bertindak sebagai penerima manfaat akhir dari struktur kepemilikan ini.
Biro Administrasi Efek PT Sinartama Gunita merinci kepemilikan saham di jajaran manajemen per 13 Januari 2026. Beberapa anggota Direksi tercatat ikut memiliki saham perseroan. Direktur Utama Ritsuo Fukadai memiliki 118.900 lembar saham.
Anggota direksi lainnya juga memiliki porsi kepemilikan internal. Direktur Felix Istyono Hartadi Tiono memegang 1.220.800 lembar. Helmi Arief Hidayat menguasai 2.512.900 lembar. Sementara itu, Raden Djoko Prayitno menggenggam 2.508.600 lembar saham.
Total akumulasi saham milik Direksi dan Dewan Komisaris mencapai 6.361.200 lembar. Jumlah tersebut setara dengan 0,0351% dari modal disetor perusahaan. Laporan perubahan struktur pemegang saham ini telah disampaikan secara resmi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
