Penjualan 2022 Pradiksi Gunatama Ditargetkan Rp1,04 Triliun
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Penjualan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) ditargetkan Rp1,04 triliun pada 2022. Target ini 32% di atas penjualan 2021 PGUN mencapai Rp786,68 miliar. Direksi PGUN dalam ma...
Bacakan Artikel
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Penjualan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) ditargetkan Rp1,04 triliun pada 2022. Target ini 32% di atas penjualan 2021 PGUN mencapai Rp786,68 miliar.
Direksi PGUN dalam materi paparan publik yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (23/8) mengemukakan, untuk mencapai target di atas, pihaknya akan meningkatkan kapasitas produksi pabrik kelapa sawit milik Perseroan jadi 90 ton per jam pada 2022, dari sebelumnya 60 ton per jam.
Langkah ini diharapkan dapat mendongkrak produksi minyak sawit mentah atau CPO (crude palm oil) PGUN jadi 113 ribu ton per tahun, dari sebelumnya 75 ribu ton per tahun. Selain itu, Perseroan juga akan melakukan penanaman sawit baru seluas 700 hektar pada 2022, dan sekitar 2000 hektar pada tahun 2023.
Hingga Juni 2022, PGUN membukukan penjualan sebesar Rp490,44 miliar, naik 23% dari Rp399,75 miliar pada Januari-Juni 2021. “Pencapaian tersebut sekitar 47,15% dari target penjualan tahun ini,”tulis Direksi PGUN.
Emiten perkebunan kelapa sawit dan produsen CPO beraset Rp2,52 triliun per Juni 2022 itu meraih laba Rp48,58 miliar pada Januari-Juni 2022, meningkat 14% jika dibandingkan Rp42,72 miliar pada periode yang sama tahun 2021.
Baca Juga
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan
- TransNusa Buka Rute Baru Lampung ke Kuala Lumpur dan Jakarta Mulai Agustus 2026
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026