STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kinerja keuangan PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) cenderung memburuk pada tahun 2025. Emiten pengolah dan pengekspor udang tersebut menderita rugi bersih sebesar US$122,92 juta pada tahun 2025. Pada tahun sebelumnya, Perseroan mencatat laba bersih US$81,247 ribu.
Seperti tergambar dalam laporan keuangan per 31 Desember 2025 yang dipublikasikan Selasa, 10 Februari 2026, penjualan bersih PMMP anjlok 61,76% menjadi US$71,83 juta pada 2025, dari US$187,87 juta pada tahun 2024.
Penyebab utama anjloknya pendapatan Perseroan adalah penjualan produk udang Vannamei yang merosot 65,99% menjadi US$58 juta pada 2025, dari US$170,56 juta pada tahun 2024. Adapun penjualan produk udang Black Tiger terpangkas 56,89%, jadi US$3,15 juta dari US$7,31 juta pada 2024.
Sedangkan penjualan udang Salmon anjlok 495,8%, dari US$2,61 juta jadi US$439 ribu.
Selain dipicu anjloknya penjualan, kerugian Perseroan juga disebabkan oleh membangkaknya beban lain-lain hingga 79.153% menjadi US$84,14 juta pada 2025, dari hanya US$106 ribu pada 2024. Akibatnya, PMMP menderita rugi sebelum pajak sebesar US$122,83 juta pada 2025. Di tahun sebelumnya, Perseroan membukukan laba sebelum pajak sebesar US$1,71 juta.
Dari sisi neraca keuangan, PMMP memiliki total aset US$220,73 juta per 31 Desember 2025, turun 26,35% dari US$299,72 juta per Desember 2024. Jumlah liabilitas PMMP mencapai US$257,13 juta. Emiten pengolah dan pengekspor udang ini mencatat defisiensi modal atau ekuitas negatif US$30,4 juta per Desember 2025. Pada 2024, Perseroan ekuitas positif US$81,32 juta. (konrad)
