STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Penjualan bersih PT Ultrajaya Milk Industry Tbk (ULTJ) naik 7,59% menjadi Rp6,58 triliun pada Januari-September 2024, dari Rp6,11 triliun pada periode sama tahun 2023.
Kendati penjualan bersih naik, laba emiten produsen susu merek “Ultra” beraset Rp7,89 triliun per September 2024 itu turun 6,2% menjadi Rp881,18 miliar (Rp85 per saham) pada Januari-September 2024, dari Rp939,08 miliar (Rp90 per saham) pada Januari-September 2023.
Penurunan laba di tengah peningkatan penjualan ULTJ, menurut laporan keuangan per 30 September 2024 yang dipublikasikan Rabu (30/10/2024), disebabkan antara lain oleh membengkaknya beban usaha sebesar 40,27% jadi Rp1,12 triliun pada Januari-September 2024, dari Rp801,91 miliar pada periode sama 2023.
Beban usaha ULTJ itu meliputi beban penjualan sebesar Rp848,04 miliar, beban umum dan administrasi sebesar Rp198,83 miliar, rugi selisih kurs mata uang asing Rp59,17 miliar, serta rugi atas penilaian wajar hewan ternak Rp12,5 miliar.
Pembengkakan beban usaha di atas mengakibatkan laba usaha emiten di bidang industri makanan dan minuman, khususnya minuman susu dan teh, serta minuman kesehatan itu anjlok 14,9% jadi Rp1,09 triliun pada Januari-September 2024, dibandingkan Rp1,18 triliun pada Januari-September 2023. (konrad)
