Arkora Hydro Pasang Harga Penawaran Awal IPO di Kisaran Rp286-Rp310 Per Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Manajemen PT Arkora Hydro Tbk (AKRO), calon emiten pembangkit listrik energi baru dan terbarukan (EBT) berencana melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public off...

Arkora Hydro Pasang Harga Penawaran Awal IPO di Kisaran Rp286-Rp310 Per Saham
Bacakan Artikel

Proyek berkapasitas besar ini termasuk Cikopo (Jawa Barat) dan Tomasa (Sulawesi Tengah). Arkora Hydro telah menyelesaikan pembangunan proyek mini hidro Cikopo-2 dengan total biaya US$1,65 juta/MW. ย โ€œCikopo-2 merupakan pembangkit listrik berkapasitas 7,4 MW yang dimiliki dan dioperasikan oleh Arkora Hydro,โ€ katanya.

Selain itu, pengerjaan proyek Tomasa menelan biaya investasi US$1,75 juta/MW. Biaya investasi ini di bawah rata-rata industri sebesar US$2,2 - 2,5 juta/MW. Proyek Tomasa merupakan pembangkit listrik berkapasitas 10 (2x5) MW. โ€œProyek ini milik Arkora Hydro melalui anak usahanya, yaitu PT Akora Sulawesi Selatan. Tomasa proyek memasuki tahapan commercial operations date (COD) pada bulan Maret 2020,โ€ katanya.

Adapun proyek Yeantu di Poso (Sulawesi Tengah) sedang dalam konstruksi. Proyek Yeantu dengan kapasitas 10 (2x5) MW ini dikembangkan oleh PT Arkora Hydro Sulawesi (AHS), anak prusahaan tidak langsung milik Arkora Hydro. โ€œProyek ini sedang dalam pengerjaan. Hingga Maret 2022, proses pengerjaan proyek telah mencapai 50%. Proyek ini ditargtkan memasuki tahapan COD pada triwulan I 2023.

Perusahaan yang memiliki 14 anak usaha dan enam anak usaha tidak langsung ini juga sedang melakukan konstruksi PLTA WKS-2 di Lampung, Sumatera dengan kapasitas 5,4MW. Proyek PLTA ini ditargetkan beroperasi pada triwulan IV2024. Dalam jangka waktu empat tahun ke depan, perusahaan di bidang EBT ini berencana memiliki sekitar 125 MW dari hydropower yang beroperasi.

Pilih Halaman: