Bank Central Asia Bagi Dividen Interim Rp50 per Saham, Catat Tanggalnya!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan membagikan dividen interim Rp50 per saham pada 11 Desember 2024. Total dividen yang dibagikan mencapai Rp6,16 triliun untuk tahun buku 20...
Penyaluran pembiayaan BBCA) per September 2024 terutama didorong oleh kredit korporasi, yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 15,9% YoY hingga mencapai Rp395,9 triliun.
Kredit komersial juga naik 11,8% YoY, mencapai Rp135,3 triliun, sementara kredit untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) naik 14,2% YoY menjadi Rp120,1 triliun. Kredit konsumer naik 13,1% YoY menjadi Rp216,5 triliun, didukung oleh kenaikan pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).
Untuk pembiayaan sektor berkelanjutan, portofolio BCA meningkat 10,7% YoY hingga mencapai Rp214 triliun, atau berkontribusi 24,3% terhadap total portofolio pembiayaan.
Selama periode Januari-September 2024, BBCA mencatatkan laba sebesar Rp41,07 triliun, naik 12,8% dari Rp36,4 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Pendapatan bunga bersih Perseroan juga meningkat 9% menjadi Rp70,28 triliun dari Rp64,48 triliun pada periode yang sama tahun 2023. Kinerja positif ini turut mendukung aset BBCA yang kini mencapai Rp1.433,7 triliun.
BBCA memiliki saldo laba ditahan sebesar Rp232,31 triliun per 30 September 2024, dengan total ekuitas mencapai Rp255,96 triliun. (konrad/daiz)
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem