BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BRRC dan RATU. Ternyata Ini Penyebabnya!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan penghentian sementara perdagangan saham PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC) dan Waran Seri I PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC-W) pada 20...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan penghentian sementara perdagangan saham PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC) dan Waran Seri I PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC-W) pada 20 Januari 2025. Hal ini dilakukan karena terjadinya penurunan harga kumulatif yang signifikan pada saham tersebut.
Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, menjelaskan bahwa penghentian ini bertujuan untuk memberikan waktu bagi investor untuk mempertimbangkan keputusan investasinya dengan lebih matang. “Dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor,” ujarnya dalam keterbukaan informasi dikutip Senin (20/1/2025).
Penghentian sementara perdagangan saham BRRC akan dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, sedangkan untuk Waran Seri I BRRC akan dihentikan di seluruh pasar. BEI mengimbau agar semua pihak yang berkepentingan mengikuti perkembangan informasi yang disampaikan oleh perusahaan terkait.
Selain itu, BEI juga mengumumkan penghentian sementara perdagangan saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai. Suspensi ini berlaku mulai sesi I pada 20 Januari 2025. Keputusan ini diambil karena adanya lonjakan harga kumulatif yang signifikan pada saham RATU. BEI juga mengimbau agar pihak terkait memperhatikan keterbukaan informasi yang diberikan oleh perusahaan.
Pada penutupan perdagangan Jumat (17/1/2025), saham BRRC jatuh Rp35 atau 31,82%, menjadi Rp75 per lembar. Volume transaksi tercatat 507,44 juta saham senilai Rp45,81 miliar. Frekuensi perdagangan mencapai 29.998 kali.
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Asuransi Maximus (ASMI) Berbalik Boncos! Rugi Rp124,2M pada Semester I-2026
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...