BEI Waspadai Transaksi Tidak Wajar pada Saham Emiten-Emiten Ini!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mengawasi ketat perdagangan saham PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) dan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI). BEI mengingatkan para invest...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mengawasi ketat perdagangan saham PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) dan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI). BEI mengingatkan para investor tentang adanya indikasi transaksi yang tidak wajar, yang dikenal dengan istilah Unusual Market Activity (UMA) pada kedua saham tersebut.
Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, menjelaskan bahwa UMA tidak selalu berarti ada pelanggaran. "Pengumuman UMA tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan pasar modal," ujar Yulianto dalam keterbukaan informasi, Kamis (21/11/2024).
Saham APIC sebelumnya sudah diumumkan mengalami UMA pada 20 Maret 2024. Perusahaan diminta memberikan konfirmasi terkait transaksi yang tidak biasa tersebut. Pada 7 November 2024, BEI mempublikasikan laporan registrasi pemegang efek perusahaan ini di website resmi mereka.
Saham TCPI juga tercatat mengalami UMA beberapa kali, yaitu pada 22 Juli 2024, 21 Maret 2024, dan 20 Desember 2023. Terakhir, pada 15 November 2024, BEI mengungkapkan materi public expose tahunan perusahaan ini. BEI kembali mengingatkan investor untuk memperhatikan konfirmasi dari perusahaan dan memastikan keterbukaan informasi mereka.
Pada penutupan perdagangan Rabu, 20 November 2024, harga saham TCPI turun Rp25 atau 0,35% menjadi Rp7.050 per unit. Volume transaksi saham ini tercatat sebanyak 9,88 juta unit dengan nilai total Rp69,72 miliar. Frekuensi perdagangan saham TCPI mencapai 1.663 kali.
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Asuransi Maximus (ASMI) Berbalik Boncos! Rugi Rp124,2M pada Semester I-2026
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan