BI Minta Bank Turunkan Bunga, Bos BCA, BRI dan Danamon Bilang Begini!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Bank Indonesia (BI) kembali menurunkan suku bunga acuan atau BI-Rate pada bulan Juli 2025. Besaran penurunan mencapai 25 basis poin (bps) menjadi 5,25% dari sebelumnya 5,50%....
Perry bilang suku bunga kredit perbankan masih tinggi, berkisar di angka 9,16% hingga 9,19%. Sementara bunga deposito masih berada di kisaran 4,8% tanpa penurunan yang berarti. Menurutnya, kondisi ini belum cukup untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kredit secara optimal.
BI berharap efek dari pelonggaran kebijakan moneter bisa cepat dirasakan oleh sektor riil. Penurunan bunga diyakini akan memudahkan pelaku usaha, termasuk UMKM, dalam mengakses pembiayaan.
Untuk mendukung itu, BI menyiapkan insentif likuiditas makroprudensial sebesar Rp372 triliun. Dana ini diprioritaskan ke sektor strategis seperti UMKM, pertanian, perumahan rakyat, dan ekonomi hijau.
BI mencatat, kredit perbankan pada Juni 2025 tumbuh 7,77% secara tahunan (yoy). Nilainya mencapai Rp8.059,79 triliun. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh Kredit Investasi yang naik 12,53% yoy. Disusul Kredit Konsumsi yang naik 8,49% yoy. Sementara Kredit Modal Kerja tumbuh 4,45% yoy.
Dari sisi debitur, kredit korporasi naik 10,78% yoy. Sedangkan kredit untuk UMKM hanya tumbuh 2,18% yoy.ย Kualitas kredit tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross berada di level 2,22%, dan NPL net sebesar 0,84%.ย Rasio kredit berisiko atau Loan at Risk (LaR) juga stabil di angka 9,73%.
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem