BI Minta Bank Turunkan Bunga, Bos BCA, BRI dan Danamon Bilang Begini!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Bank Indonesia (BI) kembali menurunkan suku bunga acuan atau BI-Rate pada bulan Juli 2025. Besaran penurunan mencapai 25 basis poin (bps) menjadi 5,25% dari sebelumnya 5,50%....
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 6,96% yoy menjadi Rp9.329 triliun. Komponen giro tumbuh 10,35%, tabungan naik 6,84%, dan deposito tumbuh 4,19% yoy.
Menanggapi himbauan BI terkait penurunan suku bunga kredit dan deposito ini, kalangan perbankan tampaknya masih berhitung. Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Hendra Lembong, menyebut penurunan suku bunga BI tidak otomatis diikuti oleh penurunan suku bunga kredit di seluruh segmen.
"Jadi dengan suku bunga turun, tidak berarti kita akan turunkan semuanya. Tapi tentu ada nasabah-nasabah kita yang memang perjanjiannya sesuai dengan market rate. Nah ini akan mengikuti penurunan dari benchmark," jelas Hendra, dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (30/7/2025).
Terkait deposito, BCA sudah menurunkan bunga sebesar 25 bps dua minggu lalu. Meski begitu, untuk tenor jangka panjang justru ada kenaikan. โUntuk nasabah-nasabah kita ada insentif juga untuk menaruh uangnya dalam jangka waktu yang lebih panjang,โ ujar Hendra.
Di sisi lain, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI, Hery Gunardi, melihat penurunan BI rate ini sebagai sinyal positif bagi perekonomian. Ia menilai hal ini bisa memperkuat likuiditas dan menurunkan cost of fund perbankan.
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem