BRI Raup Laba Rp60,64 Triliun, Targetkan Kredit Tumbuh 7-9% di 2025
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menargetkan pertumbuhan kredit di kisaran 7-9% pada 2025. Direktur Utama BRI Sunarso menyebut angka ini cukup prudent untuk menj...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menargetkan pertumbuhan kredit di kisaran 7-9% pada 2025. Direktur Utama BRI Sunarso menyebut angka ini cukup prudent untuk menjaga stabilitas keuangan.
"Net interest margin (NIM) diharapkan berada dalam rentang 7,3-7,7%," ujarnya dalam konferensi pers pemaparan kinerja keuangan BRI di Jakarta, Rabu (12/2/2025).
Sektor UMKM masih menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas kredit. Untuk itu, BRI menetapkan cost of credit di kisaran 3-3,2%. "Jika bisa lebih rendah, tentu akan lebih baik. Namun, secara prudensial, cost of credit tetap dialokasikan dalam kisaran tersebut," kata Sunarso.
Target serupa juga diterapkan untuk rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL), terutama di segmen UMKM. "Kami menargetkan NPL bisa di bawah 3%. Ini menjadi guidance utama dalam menjaga kualitas aset," tegasnya.
Efisiensi operasional juga menjadi perhatian. Penggunaan instrumen digital diharapkan dapat menekan biaya operasional dan meningkatkan produktivitas. Target cost to income ratio (CIR) ditetapkan di kisaran 41-43%.
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem