Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro

Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
Bursa Saham Eropa
Bacakan Artikel

Di sisi lain, investor mencerna data ekonomi terbaru yang menunjukkan inflasi tahunan Zona Euro naik menjadi 2,9% pada Juli. Angka ini meningkat dari 2,8% pada Juni. Kenaikan harga energi menjadi pemicu utama inflasi tersebut. Inflasi inti yang tidak menghitung harga makanan dan energi juga naik menjadi 2,5%.

Kondisi ini menambah alasan bagi Bank Sentral Eropa untuk tetap berhati-hati. Mereka kemungkinan akan terus mempertahankan kebijakan moneter yang ketat. Selain inflasi, pasar sepanjang bulan ini juga menghadapi ketegangan militer di Timur Tengah dan harga energi yang fluktuatif.

Pada sektor korporasi, saham Credit Agricole naik 2,1%. Bank asal Perancis ini mencetak laba kuartal kedua di atas perkiraan berkat pendapatan perbankan ritel dan investasi yang kuat. Pabrikan mobil mewah Ferrari juga menguat setelah menaikkan target laba setahun penuh. Ferrari melihat adanya permintaan tinggi untuk model pesanan khusus.

Namun, kabar buruk datang dari Universal Music Group (UMG). Saham perusahaan musik terbesar dunia ini anjlok hampir 25%. Investor khawatir terhadap momentum streaming UMG setelah pertumbuhan pendapatan langganan dilaporkan melambat.

Saham Siemens Healthineers juga turun 3,3% setelah memangkas target pendapatan tahunan. Perusahaan teknologi medis ini menghadapi hambatan rantai pasok dan pesanan peralatan yang lambat di pasar luar negeri. Induk British Airways, IAG, ikut merosot 1,4% menyusul penurunan tajam laba operasional kuartal kedua.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: