Dolar Melemah! Catat Penurunan Terburuk Sejak November 2023
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) - Dolar AS melemah pada penutupan perdagangan Jumat (24/1/2025) waktu setempat atau Sabtu pagi (25/1/2025) WIB. Greenback mencatat pekan terburuknya dalam lebih dari setahun...
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) - Dolar AS melemah pada penutupan perdagangan Jumat (24/1/2025) waktu setempat atau Sabtu pagi (25/1/2025) WIB. Greenback mencatat pekan terburuknya dalam lebih dari setahun. Pelemahan ini terjadi karena pasar memperkirakan tarif perdagangan yang direncanakan Presiden AS Donald Trump tidak akan setinggi yang dikhawatirkan dan tidak akan memicu perang dagang.
Mengutip CNBC International, indeks dolar turun 0,6% ke level 107,43. Sebelumnya, indeks sempat menyentuh 110,17 pada 13 Januari, level tertinggi sejak November 2022. Sepanjang minggu ini, dolar anjlok 1,83%, menjadi penurunan mingguan terdalam sejak November 2023.
Trump mengatakan pembicaraannya dengan Presiden China, Xi Jinping, berlangsung positif. "Kami optimis bisa mencapai kesepakatan dagang dengan China," ujarnya. Hal ini meredakan kekhawatiran pasar terhadap tarif yang tinggi.
Menurut Adam Button, analis utama di ForexLive, pasar semakin skeptis terhadap penerapan tarif tersebut. Sentimen ini menambah tekanan bagi dolar AS.
Di sisi lain, mata uang global bergerak positif. Yuan China menguat ke level tertinggi dalam delapan minggu di 7,2363 per dolar AS. Euro juga naik 0,8% ke US$1,0498, mencatat kenaikan mingguan 2,25%, yang merupakan capaian terbaik sejak Juli 2023.
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro