Dolar Melemah! Catat Penurunan Terburuk Sejak November 2023
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) - Dolar AS melemah pada penutupan perdagangan Jumat (24/1/2025) waktu setempat atau Sabtu pagi (25/1/2025) WIB. Greenback mencatat pekan terburuknya dalam lebih dari setahun...
Yen Jepang sedikit menguat setelah Bank of Japan menaikkan suku bunga ke level tertinggi sejak krisis 2008. Gubernur BOJ, Kazuo Ueda, mengatakan suku bunga akan terus naik seiring peningkatan upah dan harga. Saat ini, dolar melemah 0,1% terhadap yen di level 155,96.
Pound sterling juga melonjak 1% ke US$1,248 dan siap menutup pekan dengan kenaikan 2,44%, setelah sebelumnya turun selama tiga minggu berturut-turut.
Di pasar kripto, Bitcoin naik 2,48% ke US$105.678,69. Trump mengumumkan pembentukan tim khusus untuk mengatur kebijakan aset digital dan menjajaki kemungkinan cadangan cryptocurrency nasional sebagai bagian dari reformasi kebijakan kripto AS.
Data ekonomi terbaru menunjukkan aktivitas bisnis AS melambat ke level terendah dalam sembilan bulan pada Januari. Namun, penjualan rumah meningkat ke level tertinggi dalam 10 bulan terakhir.
Pasar kini menanti keputusan The Fed pekan depan. Diperkirakan suku bunga tetap, tetapi investor tetap waspada terhadap potensi pemangkasan pada Maret jika inflasi terus mendekati target 2%.
- 1
- 2
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem