EBITDA BUMA International Group Naik 8% di Semester I-2026, Rugi Bersih Menyusut 37%

EBITDA BUMA International Group Naik 8% di Semester I-2026, Rugi Bersih Menyusut 37%
Bacakan Artikel


ย 


Iwan juga mengemukakan, di luar kontrak yang telah berakhir maupun mengalami penurunan aktivitas, operasi inti Grup justru menunjukkan pertumbuhan. Volume overburden removal meningkat sekitar 9% dan produksi batu bara naik sekitar 4%, didukung peningkatan keandalan armada serta kondisi cuaca yang lebih kering. Rata-rata harga jual (average selling price/ASP) jasa kontraktor pertambangan juga naik 8% dibandingkan semester I-2025.


ย 


Di tengah penurunan pendapatan, perseroan mampu meningkatkan EBITDA menjadi USD69 juta, naik 8% dibandingkan USD64 juta pada semester I-2025. Kenaikan tersebut mencerminkan pemulihan margin usaha dan efisiensi biaya di seluruh lini bisnis. Tanpa memperhitungkan lonjakan harga bahan bakar, EBITDA diperkirakan mendekati USD78 juta.


ย 


Rugi bersih juga berhasil ditekan menjadi USD50 juta, membaik 37% dibandingkan rugi USD80 juta pada periode yang sama tahun lalu. Perbaikan didukung keuntungan penjualan aset lahan Atlantic Carbon Group (ACG) sebesar USD12 juta, penurunan depresiasi dan amortisasi sebesar USD19,3 juta, serta kenaikan keuntungan selisih kurs bersih sebesar USD11 juta. Namun, kinerja tersebut masih dipengaruhi dampak negatif investasi di 29Metals sebesar USD14,5 juta.


Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: