FTSE Bakal Depak Saham HSC, Bos BEI: Sudah Kami Antisipasi
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menanggapi rencana FTSE Russell menghapus saham kategori High Shareholding Concentration (...
"Partisipasi dari investor asing justru akan jauh lebih tinggi dari sebelum-sebelumnya," ucapnya.
Berdasarkan pengumuman resmi, FTSE Russell akan melakukan penyesuaian saham kategori HSC pada tinjauan indeks Juni 2026. Langkah ini diambil guna menjaga integritas serta replikabilitas indeks bagi para investor pasif.
Penghapusan saham terdampak akan berlaku efektif mulai pembukaan perdagangan pada Senin, 22 Juni 2026. Dalam tinjauan tersebut, FTSE Russell akan menghapus saham terkait dengan memberikan valuasi nol.
Pedoman pembatasan saham beredar (free float) milik FTSE Russell mengatur penghapusan saham jika otoritas regulator memberikan peringatan konsentrasi kepemilikan tinggi. Hal ini menandakan saham tersebut hanya dikuasai oleh segelintir pemegang saham saja.
Sebelumnya, MSCI telah lebih dulu mendepak saham Indonesia dari kategorinya karena faktor HSC. Dua emiten yang telah dikeluarkan dari indeks MSCI adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).
- OJK Terbitkan POJK Nomor 8 Tahun 2026, Atur Pelaporan Transaksi Pinjaman Daring...
- Dukung Program 3 Juta Rumah, KPR BTN dan Danantara Sasar Kelompok Disabilitas K...
- Jumlah Pemegang Saham BUKA Turun 1.033 Akun pada Juli 2026, Free Float Ikut Meny...
- Komisaris AKPI Henry Liem Kurangi Kepemilikan Usai Jual 652 Ribu Saham
- IHSG Sesi I Menguat 0,69%, 436 Saham Berada di Zona Hijau
- OJK Terbitkan POJK Nomor 8 Tahun 2026, Atur Pelaporan Transaksi Pinjaman Daring...
- Jumlah Pemegang Saham BUKA Turun 1.033 Akun pada Juli 2026, Free Float Ikut Meny...
- Komisaris AKPI Henry Liem Kurangi Kepemilikan Usai Jual 652 Ribu Saham
- Dukung Program 3 Juta Rumah, KPR BTN dan Danantara Sasar Kelompok Disabilitas K...
- IHSG Sesi I Menguat 0,69%, 436 Saham Berada di Zona Hijau
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...