Intip Bocoran Saham Pilihan 2026, Sektor Ritel hingga Logam Jadi Primadona
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Para analis pasar modal mulai memetakan strategi investasi menghadapi tahun 2026. Pemulihan ekonomi yang masih tentatif membuat pelaku pasar harus lebih jeli dalam memilih sa...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Para analis pasar modal mulai memetakan strategi investasi menghadapi tahun 2026. Pemulihan ekonomi yang masih tentatif membuat pelaku pasar harus lebih jeli dalam memilih saham. Strategi pemilihan saham secara selektif atau stock picking diperkirakan menjadi kunci utama tahun ini.
Customer Engagement & Market Analyst Departemen Head BRI Danareksa Sekuritas, Chory Agung Ramdhani menyarankan investor untuk fokus pada sektor domestik. Ia menilai beberapa sektor memiliki prospek pertumbuhan laba yang lebih jelas dibanding yang lain.
"Di tengah pemulihan ekonomi yang masih bersifat tentatif, tahun 2026 diperkirakan kembali menjadi tahun yang menekankan strategi bottom-up atau stock picking. Meski demikian, dari sisi alokasi sektor, kami tetap berfokus pada sektor-sektor domestik terpilih yang memiliki visibilitas pertumbuhan lebih baik," ujar Chory kepada stockwatch.id.
Chory menyoroti sektor ritel dan telekomunikasi sebagai unggulan. Hal ini berbeda dengan sektor perbankan dan konsumer yang diproyeksikan tumbuh moderat. Permintaan pada kedua sektor tersebut dinilai masih cenderung lemah.
"Perbankan dan Konsumer saat ini mencerminkan proyeksi pertumbuhan EPS 2026 yang relatif moderat (Perbankan: +4% yoy, Konsumer: +6%), seiring prospek permintaan yang masih cenderung lemah. Kami menilai Telekomunikasi (pertumbuhan EBITDA 2026 sebesar 7%), Unggas/Poultry (pertumbuhan EPS 2026 sebesar 4%), serta Ritel (pertumbuhan EPS 2026 sebesar 16%) sebagai sektor-sektor dengan visibilitas pertumbuhan yang lebih baik," jelasnya.
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid, Inflasi Jadi Sorotan
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- OJK Ungkap Poin Penting Aturan Demutualisasi Bursa Efek, Target Berlaku Kuartal...
- Maybank Indonesia (BNII) Resmi Akuisisi 51% Saham Maybank Asset Management, Segi...
- PEFINDO Turunkan Peringkat ADHI ke idBB, Pemicunya Kupon Obligasi
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- OJK Ungkap Poin Penting Aturan Demutualisasi Bursa Efek, Target Berlaku Kuartal...
- Maybank Indonesia (BNII) Resmi Akuisisi 51% Saham Maybank Asset Management, Segi...
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid, Inflasi Jadi Sorotan
- PEFINDO Turunkan Peringkat ADHI ke idBB, Pemicunya Kupon Obligasi
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...
- OJK: Pasar Modal Indonesia Mulai Masuk Fase Pemulihan di Awal Triwulan III 2026
- Diplomasi Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Anjlok 4,5%, Bursa Saham Eropa Parkir...