J.P. Morgan Optimistis Ekonomi RI Menguat, APBN 2026 dan Stimulus Jadi Penopang

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ€” J.P. Morgan Indonesia menilai prospek ekonomi Indonesia di sisa 2025 masih cerah. Stimulus fiskal, kesepakatan dagang, dan pelonggaran moneter disebut memberi jalan bagi pert...

J.P. Morgan Optimistis Ekonomi RI Menguat, APBN 2026 dan Stimulus Jadi Penopang
Bacakan Artikel

Program Makanan Bergizi Gratis mendapat alokasi Rp335 triliun pada 2026 atau setara 1,3% dari PDB. Angka ini melonjak dibandingkan tahun ini yang hanya US$7,5โ€“11 miliar. Selain itu, Rp83 triliun akan dialokasikan untuk program koperasi desa Merah Putih melalui bank BUMN dalam bentuk kredit. Anggaran pendidikan dan kesehatan juga meningkat, masing-masing US$45 miliar dan US$15 miliar, naik 10% dan 16% secara tahunan.

Subsidi masyarakat ditingkatkan 11%, terutama untuk LPG dan listrik yang naik sekitar 17%, sementara subsidi BBM dan non-energi relatif stabil.

Dari sisi perdagangan, kesepakatan dengan Amerika Serikat pada Juli 2025 memberi angin segar. Tarif utama yang disepakati 19%, jauh lebih rendah dari usulan awal 32%. Indonesia menjadi negara ASEAN kedua setelah Vietnam yang mencapai kesepakatan dagang dengan AS.

Perjanjian ini mengurangi ketidakpastian hubungan dagang dan membuka peluang arus dana asing kembali masuk ke pasar saham domestik. Meski begitu, risiko penurunan laba per saham (EPS) tetap ada akibat lemahnya kondisi makro dan dampak lanjutan tarif.

J.P. Morgan juga mencatat potensi percepatan belanja negara di paruh kedua 2025. Setelah program efisiensi senilai US$20 miliar pada semester pertama, pemerintah sudah menyiapkan tambahan stimulus US$1,5 miliar atau Rp24 triliun yang diumumkan Menteri Keuangan pada Juni lalu.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: