KSSK: Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga, Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh 5,6-6,0% pada 2026

KSSK: Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga, Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh 5,6-6,0% pada 2026
Sumber Foto: Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK)
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ€“ Cmenilai stabilitas sistem keuangan nasional tetap terjaga pada triwulan II 2026 di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Kondisi tersebut ditopang koordinasi dan sinergi kebijakan antarlembaga untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Kesimpulan itu dihasilkan dalam Rapat Berkala KSSK III Tahun 2026 yang digelar pada 28 Juli 2026. KSSK terdiri atas Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia yang saat ini diwakili Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Dalam siaran persnya, KSSK menyatakan, "Hasil asesmen KSSK menunjukkan kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan selama triwulan II 2026 tetap terjaga di tengah konflik geopolitik yang kembali meningkat, didukung koordinasi dan sinergi kebijakan yang erat antarotoritas."

KSSK mencermati tekanan eksternal kembali meningkat akibat eskalasi konflik geopolitik, kenaikan harga energi, volatilitas pasar keuangan global, serta tekanan terhadap nilai tukar dan arus modal. Meski demikian, perekonomian domestik dinilai masih memiliki ketahanan yang tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap solid dan sektor keuangan yang stabil.

Pada sisi global, KSSK menilai konflik di Timur Tengah masih menjadi sumber ketidakpastian. Gangguan pasokan energi, kenaikan harga minyak dan komoditas strategis, serta meningkatnya risiko terhadap perdagangan global mendorong tekanan inflasi dan mempersempit ruang pelonggaran kebijakan moneter di sejumlah negara maju. IMF juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi 3,0% dari sebelumnya 3,1%.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: