KSSK: Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga, Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh 5,6-6,0% pada 2026
Di dalam negeri, ekonomi Indonesia diprakirakan tetap tumbuh kuat. Konsumsi rumah tangga ditopang daya beli masyarakat, perlindungan sosial, stabilisasi harga pangan dan energi, serta stimulus pada masa libur sekolah. Investasi didukung proyek hilirisasi dan pembangunan infrastruktur, sedangkan konsumsi pemerintah meningkat seiring percepatan belanja program prioritas, pembayaran gaji ke-13 ASN, dan penyaluran bantuan sosial.
KSSK memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 berada pada kisaran 5,6-6,0%. "Dengan sinergi kebijakan tersebut, pertumbuhan ekonomi untuk keseluruhan tahun 2026 diprakirakan berada dalam kisaran 5,6-6,0% yoy," tulis KSSK.
Dari sisi eksternal, neraca perdagangan Januari-Juni 2026 masih mencatat surplus sebesar USD3,58 miliar. Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026 mencapai USD145,6 miliar, setara pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Nilai tukar rupiah tercatat Rp17.994 per dolar AS pada 31 Juli 2026.
Inflasi juga tetap terkendali. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Juli 2026 tercatat 2,88%, turun dari 3,34% pada bulan sebelumnya. Inflasi inti berada di level 2,76%, sedangkan inflasi kelompok volatile food turun menjadi 2,52%. KSSK memperkirakan inflasi 2026 dan 2027 tetap berada dalam sasaran 2,5ยฑ1%.
Di sektor fiskal, realisasi Pendapatan Negara hingga akhir triwulan II 2026 mencapai Rp1.459,4 triliun, tumbuh 21,4%. Belanja Negara mencapai Rp1.656,0 triliun, naik 17,8%, sedangkan Pembiayaan Anggaran terealisasi Rp452,0 triliun atau tumbuh 59,4%. APBN tetap diarahkan sebagai shock absorber, agent of development, dan pelindung masyarakat melalui subsidi, kompensasi, bantuan sosial, serta program prioritas pemerintah.
- Hasan Fawzi: OJK Jatuhkan Denda Rp91,09 Miliar di Pasar Modal, Reformasi HSC Ter...
- BEI Pertanyakan Volatilitas Saham PDES, Ini Penjelasan Resmi Manajemen
- Hasan Fawzi: IHSG Menguat 10,51% pada Juli, Investor Asing Kembali Catat Net Buy...
- IHSG Melesat 1,37% ke 6.319,613, Saham BBCA, BMRI, dan BBRI Kompak Menguat
- BEI Cabut Kriteria 3 ALMI, Status Pemantauan Khusus Masih Berlaku
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...
- KSSK: Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga, Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tum...
- Kini Beli Bawang hingga Cabai Bisa di Kantor Pos, RTN dan Pos Indonesia Siapkan...
- Hasan Fawzi: OJK Jatuhkan Denda Rp91,09 Miliar di Pasar Modal, Reformasi HSC Ter...
- BEI Pertanyakan Volatilitas Saham PDES, Ini Penjelasan Resmi Manajemen
- OJK: Pasar Modal Indonesia Mulai Masuk Fase Pemulihan di Awal Triwulan III 2026
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...
- Diplomasi Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Anjlok 4,5%, Bursa Saham Eropa Parkir...