OJK Tegaskan Stabilitas Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas sektor jasa keuangan Indonesia tetap terjaga meskipun dinamika ekonomi global dan domestik terus berubah. Hal ini disampaik...
Di Tiongkok, tanda-tanda pemulihan dari sisi suplai mulai terlihat. Tapi, sisi demand masih belum menunjukkan perbaikan. Indeks Harga Konsumen (CPI) terus menunjukkan disinflasi, sementara ekspor mengalami kontraksi. Meski begitu, PMI Manufaktur Tiongkok tercatat berada di zona ekspansi.
Sementara itu, kondisi perekonomian domestik tetap stabil. Inflasi utama atau headline CPI Indonesia tercatat di level 1,55% secara year-on-year (YoY), dengan inflasi inti mencapai 2,26%. Surplus neraca perdagangan terus berlanjut, dan PMI Manufaktur menunjukkan perbaikan yang signifikan. Surplus neraca perdagangan juga terus berlanjut dan PMI Manufaktur terus membaik.
โBerdasarkan kondisi-kondisi tersebut, maka OJK yang terus mencermati perkembangan terkini, meminta lembaga jasa keuangan agar terus memonitor faktor-faktor risiko tersebut secara berkala dalam rangka mengukur kemampuan OJK untuk menyerap potensi risiko yang terjadi,โ terang Mahendra.
Mahendra mengemukakan, untuk mendorong integritas dan meminimalkan risiko kerugian di industri jasa keuangan, terutama akibat kasus fraud, OJK telah menerbitkan POJK Nomor 28 Tahun 2024. Aturan ini mengatur pengelolaan informasi melalui Sistem Informasi Pelaku di Sektor Jasa Keuangan (Si Pelaku). POJK tersebut mencakup pemanfaatan data, tata kelola Si Pelaku, serta memuat rekam jejak pelaku fraud di sektor jasa keuangan.
Selain itu, OJK juga telah merancang Integrated Reporting Architecture. Inisiatif ini bertujuan menyederhanakan proses pelaporan, meningkatkan transparansi, dan memperkuat kepatuhan regulasi. โOJK turut menyusun arsitektur pengawasan terintegrasi 2025โ2028 untuk memperkuat pengawasan sektor jasa keuangan secara menyeluruh, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang P2SK,โ tandas Mahendra.
- 1
- 2
- TRIN Jual 21,74 Juta Saham Treasuri, Kantongi Dana Rp7,35 Miliar
- Hasan Fawzi: OJK Jatuhkan Denda Rp91,09 Miliar di Pasar Modal, Reformasi HSC Ter...
- BEI Pertanyakan Volatilitas Saham PDES, Ini Penjelasan Resmi Manajemen
- Hasan Fawzi: IHSG Menguat 10,51% pada Juli, Investor Asing Kembali Catat Net Buy...
- IHSG Melesat 1,37% ke 6.319,613, Saham BBCA, BMRI, dan BBRI Kompak Menguat
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan
- TransNusa Buka Rute Baru Lampung ke Kuala Lumpur dan Jakarta Mulai Agustus 2026
- TRIN Jual 21,74 Juta Saham Treasuri, Kantongi Dana Rp7,35 Miliar
- Hasan Fawzi: OJK Jatuhkan Denda Rp91,09 Miliar di Pasar Modal, Reformasi HSC Ter...
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...
- OJK: Pasar Modal Indonesia Mulai Masuk Fase Pemulihan di Awal Triwulan III 2026
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- Kabar Duka, Komisaris Independen BRMS Kanaka Puradiredja Meninggal Dunia
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...