Pasar Modal Indonesia Bangkit Lebih Cepat dan Kembali Tumbuh Kuat
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Memasuki usia ke-45 tahun sejak diaktifkan lagi, Pasar Modal Indonesia kembali harus berjibaku menghadapi deretan tantangan baru yang kian kompleks. Sebagaimana dikemukakan o...
Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) di BEI dalam lima tahun terakhir melesat 75,3% dari Rp8,5 triliun pada 2018 menjadi Rp14,9 triliun per 22 November 2022. Di wilayah ASEAN, mengacu pada data Oktober 2022, RNTH di BEI tercatat tumbuh 15% menjadi sebesar US$1,076 miliar dan menempati posisi kedua tertinggi setelah Thailand sekitar US$2,09i miliar.
Saat ini, kata Iman, total jumlah emiten di BEI mencapai 820 perusahaan. Adapun sepanjang tahun ini, perusahaan yang telah melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offerig (IPO) mencapai 54 perusahaan. Dalam pipeline BEI, sedikitnya masih ada 43 perusahaan lagi yang siap IPO tahun ini hingga tahun depan.
Investor Pasar Modal Tembus 10 Juta, Mayoritas Pemodal Lokal
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat investor di pasar modal Indonesia tembus 10.115.140 investor. Berdasarkan data KSEI per 23 November 2022, jumlah total investor pasar modal yang mengacu pada Single Investor Identification (SID) telah mencapai 13.889.589, dimana sekitar 99,66% diantaranya merupakan pemodal lokal.
Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo menyambut gembira capaian jumlah investor pasar modal yang telah menembus 10 juta tersebut. Menurutnya, hal ini merupakan berita baik bagi pasar modal di Tanah Air. Apalagi, lanjut dia, angka tersebut didominasi oleh investor lokal.
Selain menandakan bahwa investor lokal semakin percaya dan sadar pentingnya investasi pasar modal, dominasi investor lokal diharapkan dapat memberikan ketahanan bagi pasar modal Indonesia apabila diterpa isu global.
Dia menjelaskan, jumlah investor pasar modal meningkat 33,06% dari 7.489.337 di akhir tahun 2021. Tren peningkatan tersebut sudah terlihat sejak tahun 2019, ketika investor masih berjumlah 2.484.354. Implementasi simplifikasi pembukaan rekening efek, No: PR-017/KSEI/SKE/1122 Halaman 2/3, berdampak cukup besar bagi peningkatan jumlah investor pasar modal, terutama selama masa pandemi COVID-19.
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Asuransi Maximus (ASMI) Berbalik Boncos! Rugi Rp124,2M pada Semester I-2026
- BRI Peduli Perkuat Peternak Sapi Perah di Malang, Produksi dan Nilai Tambah Susu...
- Prabowo Resmikan Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan Rp880 Mi...