Pasar Modal Indonesia Bangkit  Lebih Cepat dan Kembali Tumbuh Kuat

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Memasuki usia ke-45 tahun sejak diaktifkan lagi, Pasar Modal Indonesia kembali harus berjibaku menghadapi deretan tantangan baru yang kian kompleks. Sebagaimana dikemukakan o...

Pasar Modal Indonesia Bangkit  Lebih Cepat dan Kembali Tumbuh Kuat
Bacakan Artikel

Dalam pandangan Uriep, peningkatan jumlah investor yang cukup signifikan sudah terlihat selama periode tahun 2020-2021, dengan pertumbuhan lebih dari 100%. Kenaikan jumlah investor sejak tahun 2019 hingga 2021, lanjut dia, merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia.

Berdasarkan data KSEI per 23 November 2022, investor pasar modal didominasi oleh pemilik modal berusia di bawah 30 tahun. Dari total jumlah investor, lebih dari 59% diantaranya merupakan pemodal milenial.

Optimisme Menatap 2023 di Tengah Gejolak Ekonomi Global

Di tengah gejolak ekonomi global yang belum mereda, ekonomi Indonesia terus menunjukkan ketahanan dan prospek yang baik. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 tetap kuat pada kisaran 4,5-5,3%, dan akan terus meningkat menjadi 4,7-5,5% pada 2024.

Adapun dalam menghadapi ekonomi global yang dinilai sedang tidak baik-baik saja, Presiden RI, Joko Widodo, berpesan agar kita harus hati-hati dan waspada tanpa mengurangi optimisme. “Pada tahun 2023 betul-betul kita harus hati-hati dan waspada tanpa mengurangi optimisme", ujar Presiden.

Sejalan dengan arahan Presiden RI, Manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menyusun Master Plan BEI 2021 – 2025. BEI menargetkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pada 2023 mencapai Rp14,75 triliun. Selain itu, BEI juga membidik 70 pencatatan efek baru di tahun depan. Itu terdiri dari pencatatan efek saham, obligasi korporasi baru, dan pencatatan efek lainnya meliputi Exchange Traded Fund (ETF), Dana Investasi Real Estate (DIRE) dan Efek Beragun Aset (EBA).

Menurut Iman Rachman. Direktur Utama BEI, target-target di atas disusun berdasarkan Master Plan BEI 2021 – 2025 dengan mempertimbangkan beberapa asumsi makroekonomi. Pihaknya juga telah menuangkan sejumlah target di atas dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2023, yang sudah disetujui oleh pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BEI di Jakarta, Rabu (26/10/2022) lalu.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: