Pendapatan dan Laba Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Kompak Tumbuh di Semester I 2025, Ini Segmen Utamanya
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2 berhasil membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp285,85 miliar (Rp16,93 per saham) pada semes...
Dari sisi neraca keuangan, total aset PANI naik 4,7% dari Rp46,57 triliun per 31 Desember 2024 menjadi Rp48,76 triliun per 30 Juni 2025. Sementara jumlah liabilitas turun 3,3% dari Rp19,98 triliun menjadi Rp19,32 triliun. Perseroan berhasil mengumpulkan ekuitas sebesar Rp29,43 triliun per 30 Juni 2025, naik 10,7% dari Rp26,58 triliun per akhir Desember 2024.
Sebagai catatan, sebelumnya manajemen PANI menyampaikan bahwa Perseroan berhasil membukukan pra-penjualan sebesar Rp1,2 triliun pada paruh I 2025. Di tengah dinamika pasar properti nasional yang terus bergerak, PANI mencatatkan lonjakan penjualan sebesar 50% pada kuartal II dibandingkan kuartal sebelumnya, seiring meningkatnya permintaan terhadap rukan, ruko, SOHO, dan hunian premium yang menjadi daya tarik utama kawasan PIK2 sebagai destinasi hunian dan investasi masa depan.
Segmen komersial mencatat performa gemilang, khususnya pada produk seperti Rukan Marina Bay, One Business Park, Bizpark PIK2, SOHO The Riverside Boulevard, Rukan Asia Afrika, Rukan Pasar, dan Ruko Little Siam, yang menghasilkan penjualan sebesar Rp231 miliar atau naik 145% secara kuartalan.
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- Kinerja Moncer, Laba Bersih CBDK Melonjak 225% Jadi Rp1,68 Triliun di Semester...
- PANI Cetak Rekor Laba Rp1,7 Triliun, Melonjak 484% di Semester I 2026
- Transformasi Digital dan AI Bawa Laba Bank Neo Commerce Naik ke Rp294,85 Miliar...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- TBIG Bukukan Pendapatan Rp3,46 Triliun pada Semester I 2026, Tambah 2.023 Penyew...