Pos Indonesia dan Rumah Tani Nusantara Luncurkan AgriPost, Bidik 20 Outlet dan 5 Hub Distribusi Pangan
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pos Indonesia berkolaborasi dengan PT Rumah Tani Nusantara (RTN) mengembangkan AgriPost sebagai bagian dari sistem distribusi komoditas pertanian dan perkebunan. Kolaborasi ini memanfaatkan infrastruktur logistik dan aset properti milik Pos Indonesia untuk membangun sistem Supply Chain Management (SCM) yang terintegrasi.
Melalui kerja sama tersebut, PT Rumah Tani Nusantara mengelola perdagangan komoditas pertanian dan perkebunan yang dihasilkan bersama petani lokal. Pos Indonesia mendukung proses penyimpanan, distribusi, hingga penjualan langsung kepada konsumen melalui outlet Pos.
Kerja sama ini memiliki tiga manfaat utama. Pertama, mengoptimalkan aset Pos melalui pemanfaatan ruang komersial sebagai outlet penjualan serta bangunan dan lahan sebagai fasilitas cold storage dan dry storage. Kedua, memperkuat distribusi logistik komoditas pertanian secara end-to-end untuk mendukung ketahanan pangan. Ketiga, menciptakan sumber pendapatan dari sewa aset, biaya pengelolaan gudang, layanan logistik, dan pembagian hasil penjualan komoditas.
- Kini Beli Bawang hingga Cabai Bisa di Kantor Pos, RTN dan Pos Indonesia Siapkan...
- Komisaris AKPI Henry Liem Jual 193.500 Saham di Saat Harga Naik
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Sesi I Melemah 0,03% ke 6.234,293, AMMN Menguat, BBCA dan BMRI Tertekan
- Kini Beli Bawang hingga Cabai Bisa di Kantor Pos, RTN dan Pos Indonesia Siapkan...
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- Inflasi Juli 2026 Tembus 2,88%, BPS Catat Papua Barat Tertinggi
- Komisaris AKPI Henry Liem Jual 193.500 Saham di Saat Harga Naik
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten