RAJA Siap Buyback Saham hingga Rp250 Miliar Mulai Hari Ini
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) berencana melakukan aksi korporasi pembelian kembali atau buyback saham. Emiten energi ini menyiapkan dana maksimal Rp250 miliar untuk rencana ter...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) berencana melakukan aksi korporasi pembelian kembali atau buyback saham. Emiten energi ini menyiapkan dana maksimal Rp250 miliar untuk rencana tersebut.
Langkah ini diambil untuk menjaga kinerja dan stabilitas pasar modal pada kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan. Aksi korporasi ini merujuk pada Peraturan OJK (POJK) Nomor 13 Tahun 2023.
Manajemen RAJA menjelaskan pembelian kembali saham dilakukan tanpa perlu persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Hal ini sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku untuk kondisi pasar tertentu.
Dana untuk buyback berasal dari saldo kas internal Perseroan. Manajemen memastikan telah menyisihkan dana lebih yang tidak akan mengganggu kegiatan operasional maupun likuiditas perusahaan.
"Keterbukaan Informasi ini penting untuk dibaca dan diperhatikan oleh Pemegang Saham Perseroan mengenai Buyback yang dilaksanakan pada Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan sebagaimana diatur dalam POJK 13/2023," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (29/1/2026).
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Asuransi Maximus (ASMI) Berbalik Boncos! Rugi Rp124,2M pada Semester I-2026
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro