Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90

Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
Sumber Foto: Istimewa
Bacakan Artikel

CEO Chevron, Mike Wirth, menilai ancaman terhadap pasokan minyak di kawasan tersebut kini semakin meluas. Ia juga menyoroti kondisi persediaan minyak global yang terus merosot.

“Situasi ini sedang tertekan dan saya khawatir kondisi ini akan terus berlanjut,” ujar Wirth dalam wawancara dengan CNBC. “Kita kehabisan waktu. Setiap hari yang berlalu, situasi menjadi semakin sulit.”

Kondisi keamanan di jalur laut lainnya juga tidak menentu.  Kelompok Houthi di Yaman menyatakan embargo maritim terhadap Arab Saudi dan menyerang tanker di Laut Merah.  Selain itu, serangan pesawat tanpa awak merusak dua kapal gas alam cair (LNG) di pelabuhan Damietta, Mesir, pekan ini.

CEO Exxon, Darren Woods, menegaskan Selat Hormuz harus segera dibuka kembali.  Menurutnya, dunia sangat bergantung pada pasokan minyak Timur Tengah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Ini adalah jalur utama pasokan dunia yang mendukung pertumbuhan ekonomi di mana saja, jadi pada akhirnya barel-barel itu harus mengalir,” kata Woods dalam acara “Squawk Box” di CNBC. “Satu-satunya pertanyaan adalah berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai resolusi sehingga selat dibuka dan produksi dapat kembali berjalan di Timur Tengah.”

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: