Tertekan Perang Russia-Ukraina Hingga Naiknya Bunga The Fed, Bank Mandiri Optimistis Ekonomi RI Tumbuh 5,2% - 5,3% pada Kuartal II 2022

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) optimistis perekonomian Indonesia tetap akan tumbuh antara 5,2% - 5,3% pada kuartal kedua tahun ini, kendati menghadapi berbagai tekanan...

Tertekan Perang Russia-Ukraina Hingga Naiknya Bunga The Fed, Bank Mandiri Optimistis Ekonomi RI Tumbuh 5,2% - 5,3% pada Kuartal II 2022
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) optimistis perekonomian Indonesia tetap akan tumbuh antara 5,2% - 5,3% pada kuartal kedua tahun ini, kendati menghadapi berbagai tekanan dari sektor eksternal. ย Hal itu ditegaskan oleh Andry Asmoro, Chief Economist Bank Mandiri, dalam acara media gathering yang digelar secara daring di Jakarta, Rabu (22/6).

Menurut Andry, perekonomian Indonesia hingga akhir kuartal II ini menunjukkan indikator yang positif. Padahal, lanjut dia, ekonomi RI menghadapi tekanan eksternal yang semakin besar. Mulai dari Perang Russia-Ukraina, angka inflasi global yang meningkat hingga kenaikan suku bunga acuan The Fed yang cukup agresif.

โ€œVolatilitas memang meningkat pasca keluarnya angka inflasi Amerika Serikat sebesar 8,6% yang lebih tinggi dari ekspektasi pasar dan merupakan inflasi AS tertinggi dalam 40 tahun terakhir,โ€ jelas Andry.

Kenaikan inflasi negara Paman Sam tersebut, demikian Andry, tentu saja semakin memicu ekspektasi pasar akan kebijakan The Fed yang bakal lebih โ€˜hawkishโ€™. Bank Sentral AS diperkirakan akan ย tetap agresif menaikan suku bunga acuannya ke depan.

Andry mengatakan, ada berbagai faktor yang menjadi penopang ketahanan ekonomi Tanah Air, meski digempur sederet tekanan eksternal. Itu sebabnya, perekonomian Indonesia masih menunjukkan pemulihan ekonomi yang berlanjut. Adapun faktor-faktor yang mampu menyanggah kekuatan ekonomi Indonesia antara ย lainย  adalah sektor konsumsi. Sepanjang kuartal II 2022, belanja masyarakat tercatat sudah mencapai level tertinggi selama pandemi.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: