Tiga Saham Melonjak Tak Wajar, BEI Ingatkan Investor Waspada
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) -โ Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan terjadinya peningkatan harga saham yang tidak biasa atau Unusual Market Activity (UMA) pada perdagangan saham tiga emiten. Ketiganya a...
โBursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,โ kata Yulianto. Ia meminta investor memperhatikan konfirmasi emiten, memantau kinerja dan keterbukaan informasi, mengkaji kembali rencana aksi korporasi yang belum mendapat persetujuan RUPS, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum membeli atau menjual saham.
Harga Saham
Pada penutupan perdagangan Senin, 11 Agustus 2025, saham LAPD menguat 8,97% ke Rp85 per saham. Harga ini naik Rp7 dari penutupan sebelumnya. Sepanjang perdagangan, harga bergerak stagnan di Rp85 yang sekaligus menjadi titik tertinggi dan terendah hari ini. Kapitalisasi pasar LAPD kini berada di Rp337,14 miliar. Dalam setahun terakhir, saham ini sudah meroket dari Rp7 hingga menyentuh rekor tertinggi di Rp85.
Kenaikan juga terjadi pada saham IMJS yang melesat 6,35% atau Rp16 ke Rp268 per saham. Saham dibuka di Rp258, sempat menyentuh Rp270, lalu kembali ke kisaran penutupan. Kapitalisasi pasarnya kini Rp2,32 triliun dengan rasio P/E 10,84 kali. Tingkat dividen yield tercatat 0,13% dengan dividen triwulanan Rp0,09 per saham. Dalam setahun terakhir, IMJS bergerak di rentang Rp132 hingga Rp298.
Saham FUTR bahkan tampil paling panas hari itu. Harganya melonjak 32,43% atau Rp36 ke Rp147 per saham. Sejak pembukaan, harga sudah naik dari Rp112, lalu bergerak di rentang Rp112 hingga Rp148. Lonjakan ini diiringi volume transaksi jumbo, mencapai 1,34 miliar lembar. Kapitalisasi pasar FUTR kini sekitar Rp975,42 miliar. Sepanjang tahun ini, harga tertinggi tercatat Rp157 pada 3 Januari, sedangkan terendah Rp52 pada 24 Juli. Dalam 52 minggu terakhir, pergerakan harga berada di kisaran Rp9 hingga Rp185.
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid, Inflasi Jadi Sorotan
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- OJK Ungkap Poin Penting Aturan Demutualisasi Bursa Efek, Target Berlaku Kuartal...
- Maybank Indonesia (BNII) Resmi Akuisisi 51% Saham Maybank Asset Management, Segi...
- PEFINDO Turunkan Peringkat ADHI ke idBB, Pemicunya Kupon Obligasi
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- OJK Ungkap Poin Penting Aturan Demutualisasi Bursa Efek, Target Berlaku Kuartal...
- Maybank Indonesia (BNII) Resmi Akuisisi 51% Saham Maybank Asset Management, Segi...
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid, Inflasi Jadi Sorotan
- PEFINDO Turunkan Peringkat ADHI ke idBB, Pemicunya Kupon Obligasi
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...
- OJK: Pasar Modal Indonesia Mulai Masuk Fase Pemulihan di Awal Triwulan III 2026
- Diplomasi Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Anjlok 4,5%, Bursa Saham Eropa Parkir...