Transformasi Digital dan AI Bawa Laba Bank Neo Commerce Naik ke Rp294,85 Miliar di Semester I 2026

Transformasi Digital dan AI Bawa Laba Bank Neo Commerce Naik ke Rp294,85 Miliar di Semester I 2026
Direksi PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC)
Bacakan Artikel

Fokus berikutnya adalah memperluas inklusi keuangan melalui penyaluran kredit kepada masyarakat yang masuk kategori underserved, underbanked, dan unbanked. Perseroan juga mengembangkan program ESG melalui produk deposito Neo Green yang menyalurkan sebagian bunga untuk mendukung konservasi satwa liar.

Eri menjelaskan transformasi BNC dimulai setelah Bank Yudha Bhakti diakuisisi investor pada 2019. Pada 2020, perseroan berganti nama menjadi Bank Neo Commerce sekaligus mengganti sistem inti perbankan untuk mendukung transaksi digital.

Aplikasi BNC mulai diluncurkan pada 2021. Pada periode tersebut perseroan juga mulai menjalankan bisnis direct lending. Jumlah nasabah meningkat menjadi sekitar 13 juta dan bertambah menjadi sekitar 20 juta setelah rights issue pada 2022-2023.

Perseroan juga mengembangkan berbagai layanan seperti Neo Loan, Neo Gold, transaksi melalui QRIS, layanan tarik tunai melalui jaringan ATM dan Indomaret, serta produk investasi bekerja sama dengan sekitar 10 hingga 11 manajer investasi.

"Di sisi funding kita yang kita fokuskan adalah pengembangan selain pembayaran pajak, pembayaran BPJS, QRIS, tapi juga penting wealth management sama produk-produk investasi," ujar Eri.

Dalam waktu dekat, BNC juga akan meluncurkan produk bancassurance untuk melengkapi layanan bagi nasabah segmen affluent.

Menurut Eri, BNC mulai membukukan laba pada 2024 dan mampu mempertahankan tren profitabilitas hingga Semester I 2026.

"Kita udah mulai profit Rp19 miliar di 2024, di 2025 juga kita cukup bagus profitnya," katanya.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: