WOM Finance Siap Rilis Obligasi Rp1,5 Triliun buat Modal Kerja
STOCWATCH.ID (JAKARTA) - Obligasi Berkelanjutan V PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) atau disebut WOM Finance Tahap II Tahun 2025 senilai Rp1,5 triliun ditawarkan kepada investor pada 13 -19 Ju...
STOCKWATCH.ID STOCWATCH.ID (JAKARTA) - Obligasi Berkelanjutan V PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) atau disebut WOM Finance Tahap II Tahun 2025 senilai Rp1,5 triliun ditawarkan kepada investor pada 13 -19 Juni 2025. Adapun pencatatan obligasi WOMF di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 25 Juni 2025.
Berdasarkan prospektus tambahan rencana penawaran umum obligasi yang diumumkan di Jakarta, Senin (26/5/2025) disebutkan, obligasi yang merupakan bagian dari penawaran umum Obligasi Berkelanjutan WOMF senilai total Rp5 triliun itu terdiri atas seri A dengan jumlah sebesar Rp595 miliar berbunga 6,45% per tahun memiliki jangka waktu 370 hari, dan seri B senilai Rp905 miliar dengan tenor tiga tahun dan bunga tetap 6,85% per tahun.
Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100%ย dari jumlah pokok. Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan. Pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 24 September 2025, sedangkan pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo masing-masing obligasi adalah pada tanggal 4 Juli 2026 untuk Obligasi Seri A, dan 24 Juni 2028 untuk Obligasi Seri B.
Dana dari hasil penawaran umum obligasi, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, akan digunakan untuk modal kerja pembiayaan, termasuk namun tidak terbatas pada Pembiayaan Investasi, Pembiayaan Modal Kerja, Pembiayaan Multiguna, dan Pembiayaan Syariah.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi WOMF V tahap II tahun 2025 adalah PT BRI Danareksa Sekuritas, DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT KB Valbury Sekuritas, PT Maybank Sekuritas Indonesia, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM), serta PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebagai wali amanat. Obligasi WOMF ini mendapat peringkat dAAA (Triple A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) pada 25 April 2025. (konrad)
- Hasan Fawzi: OJK Jatuhkan Denda Rp91,09 Miliar di Pasar Modal, Reformasi HSC Ter...
- BEI Pertanyakan Volatilitas Saham PDES, Ini Penjelasan Resmi Manajemen
- Hasan Fawzi: IHSG Menguat 10,51% pada Juli, Investor Asing Kembali Catat Net Buy...
- IHSG Melesat 1,37% ke 6.319,613, Saham BBCA, BMRI, dan BBRI Kompak Menguat
- BEI Cabut Kriteria 3 ALMI, Status Pemantauan Khusus Masih Berlaku
- Hasan Fawzi: OJK Jatuhkan Denda Rp91,09 Miliar di Pasar Modal, Reformasi HSC Ter...
- BEI Pertanyakan Volatilitas Saham PDES, Ini Penjelasan Resmi Manajemen
- Hasan Fawzi: IHSG Menguat 10,51% pada Juli, Investor Asing Kembali Catat Net Buy...
- IHSG Melesat 1,37% ke 6.319,613, Saham BBCA, BMRI, dan BBRI Kompak Menguat
- BEI Cabut Kriteria 3 ALMI, Status Pemantauan Khusus Masih Berlaku
- OJK: Pasar Modal Indonesia Mulai Masuk Fase Pemulihan di Awal Triwulan III 2026
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- Diplomasi Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Anjlok 4,5%, Bursa Saham Eropa Parkir...
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...