Realisasi EBUS Tembus Rp58,90 Triliun, BEI Masih Kantongi 47 Emisi di Pipeline
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat aktivitas penggalangan dana melalui penerbitan obligasi terus menunjukkan tren positif. Hingga 30 April 2026, puluhan emisi baru masuk...
Dari sisi nilai, sektor Financials memegang porsi terbesar yakni 38,3%. Sektor Infrastructures berada di posisi kedua dengan 21,3%. Sektor Energy berkontribusi sebesar 14,9% dan Basic Materials sebesar 12,8%.
Sektor lainnya meliputi Consumer Non-Cyclicals sebesar 6,4%. Sektor Technology tercatat 4,3% dan sektor Transportation & Logistic sebesar 2,1%.
Nyoman juga memaparkan realisasi penerbitan obligasi sepanjang tahun berjalan. Dana yang berhasil dihimpun menunjukkan pertumbuhan signifikan.
"Telah diterbitkan 54 emisi dari 35 penerbit EBUS dengan dana yang dihimpun sebesar Rp58,90 triliun," kata Nyoman.
Sementara itu, sektor Consumer Cyclicals, Healthcare, Industrials, serta Properties & Real Estate belum memiliki daftar perusahaan dalam pipeline emisi obligasi per tanggal tersebut. BEI terus memantau perkembangan pasar guna mendukung kebutuhan pendanaan melalui instrumen surat utang.
- 1
- 2
- OJK Ungkap Transaksi Aset Kripto Juni 2026 Naik 24,20% Jadi Rp28,58 Triliun, Aku...
- OJK Ungkap Kredit Perbankan Capai Rp9.081 Triliun, Pengawasan Judi Online Makin...
- OJK Ungkap Kinerja Pasar Modal Juli 2026, IHSG Menguat 10,51%, Jumlah Investor T...
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid, Inflasi Jadi Sorotan
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- OJK Ungkap Transaksi Aset Kripto Juni 2026 Naik 24,20% Jadi Rp28,58 Triliun, Aku...
- OJK Ungkap Kredit Perbankan Capai Rp9.081 Triliun, Pengawasan Judi Online Makin...
- OJK Ungkap Kinerja Pasar Modal Juli 2026, IHSG Menguat 10,51%, Jumlah Investor T...
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid, Inflasi Jadi Sorotan
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini