Proses Audit Masih Berjalan, Telkom Tunda Laporan Tahunan 2025 dan Kuartal I 2026
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menginformasikan keterlambatan penyampaian Laporan Tahunan Tahun Buku 2025. Selain itu, emiten telekomunikasi ini juga menunda penyampaian L...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menginformasikan keterlambatan penyampaian Laporan Tahunan Tahun Buku 2025. Selain itu, emiten telekomunikasi ini juga menunda penyampaian Laporan Keuangan Konsolidasian Triwulan I 2026.
SVP Corporate Secretary Telkom Indonesia, Jati Widagdo, menyampaikan informasi tersebut melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 30 April 2026. Penyebab utama penundaan ini adalah proses audit dari Kantor Akuntan Publik (KAP) yang masih berlangsung.
Telkom Indonesia juga tercatat pada New York Stock Exchange. Perusahaan mengacu pada ketentuan United States Securities and Exchange Commission terkait batas waktu pelaporan. Saat ini, perseroan memutuskan menggunakan masa perpanjangan waktu (grace period) dari otoritas pasar modal Amerika Serikat tersebut.
Manajemen telah mengajukan Form NT 20-F sebagai pemberitahuan resmi perpanjangan batas waktu. Melalui pengajuan tersebut, batas waktu penyampaian laporan bergeser menjadi paling lambat 15 Mei 2026.
โKejadian ini tidak berdampak material terhadap kelangsungan usaha perseroan,โ tulis Jatiย dalam laporan resminya, dikutip Jumat (1/5/2026).
- OJK Ungkap Transaksi Aset Kripto Juni 2026 Naik 24,20% Jadi Rp28,58 Triliun, Aku...
- OJK Ungkap Kredit Perbankan Capai Rp9.081 Triliun, Pengawasan Judi Online Makin...
- OJK Ungkap Kinerja Pasar Modal Juli 2026, IHSG Menguat 10,51%, Jumlah Investor T...
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid, Inflasi Jadi Sorotan
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- MBMA Siapkan Rp651,68 Miliar untuk Lunasi Sukuk Jatuh Tempo Agustus 2026
- Laba PGEO Naik 15,48% Jadi USD79,61 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- KB Bank Siapkan Rp1,13 Triliun untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo
- OJK Ungkap Transaksi Aset Kripto Juni 2026 Naik 24,20% Jadi Rp28,58 Triliun, Aku...
- OJK Ungkap Kredit Perbankan Capai Rp9.081 Triliun, Pengawasan Judi Online Makin...