STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat tajam pada akhir perdagangan Jumat sore (6/2/2026) waktu setempat atau Sabtu pagi (7/2/2026) WIB. Indeks Dow Jones mencetak sejarah baru karena berakhir di atas level 50.000 untuk pertama kalinya.
Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York melonjak 1.206,95 poin atau 2,47% ke level 50.115,67. Indeks S&P 500 (SPX) juga melompat 1,97% dan berakhir di posisi 6.932,30. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, menguat 2,18% menjadi 23.031,21.
Lonjakan ini didorong oleh pemulihan saham sektor teknologi. Sebelumnya, sektor ini mengalami tekanan jual yang cukup berat selama beberapa hari. S&P 500 kini kembali mencatatkan performa positif sepanjang tahun 2026.
Nvidia dan Broadcom menjadi dua pemenang utama pada perdagangan Jumat. Saham Nvidia melonjak hampir 8%. Sementara itu, saham Broadcom tumbuh 7%.
Saham lain seperti Oracle dan Palantir Technologies juga bangkit kembali. Investor mulai melirik kembali saham-saham ini di level harga yang lebih murah. Keduanya masing-masing naik sebesar 4%.
Namun, beberapa saham perangkat lunak tetap lemah. Salah satunya adalah ServiceNow. Saham ini menjadi pusat aksi jual akibat ketakutan terhadap gangguan kecerdasan buatan (AI) pada perangkat lunak.
Gabriel Shahin, pendiri Falcon Wealth Planning, memberikan pandangannya mengenai situasi pasar saat ini. Ia menyoroti besarnya investasi di bidang teknologi.
“Kita sedang berada dalam demam emas sekarang dengan AI,” ujar Gabriel Shahin.
Shahin melihat aliran dana besar terus masuk ke sektor tersebut. Ia menyebut nama-nama besar seperti Google hingga Amazon.
“Anda memiliki investasi yang dilakukan Google, Nvidia, Meta, dan Amazon. Ada uang yang akan dikerahkan,” ujarnya. “Hanya saja korsel [pergerakan uang] terkadang menakuti orang-orang.”
Shahin percaya pasar berada di tengah-tengah “rekalibrasi besar”. Investor mulai beralih dari saham pertumbuhan ke saham nilai (value stocks). Strategi ini terlihat dari aksi beli pada sektor industri dan keuangan.
Caterpillar dan Goldman Sachs menjadi saham unggulan. Caterpillar naik 7% dan Goldman Sachs menguat 4%. Hal ini turut mendongkrak performa indeks Dow Jones.
Saham kapitalisasi kecil juga mendapat dorongan positif. Indeks Russell 2000 tercatat reli sebesar 3,6%.
Pasar kripto turut memberikan sentimen positif. Bitcoin melonjak 10% ke level USD 71.458,01. Sebelumnya, Bitcoin sempat anjlok ke level terendahnya sejak Oktober 2024 di bawah USD 61.000.
Meskipun menguat pada hari Jumat, performa mingguan pasar masih bervariasi. Indeks S&P 500 turun 0,1% dalam sepekan. Nasdaq juga merosot 1,8% sepanjang minggu ini.
Indeks Dow Jones menjadi pengecualian dengan kenaikan mingguan 2,5%. Saham-saham siklikal ekonomi membantu Dow Jones bertahan dari aksi jual sektor teknologi.
Di sisi lain, Amazon menjadi saham yang bergerak melawan arus. Saham raksasa e-commerce ini anjlok lebih dari 5%. Amazon melaporkan laba per saham sedikit di bawah ekspektasi analis. Perusahaan juga berencana mengeluarkan belanja modal sebesar USD 200 miliar tahun ini.
