RI dan AS Sepakat! Urusan Tarif Akan Dirampungkan dalam 60 Hari
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON DC) - Pemerintah Indonesia bergerak cepat menyikapi dinamika tarif dagang Amerika Serikat. Presiden Prabowo Subianto langsung menginstruksikan Menteri Koordinator Bidang Pere...
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON DC) - Pemerintah Indonesia bergerak cepat menyikapi dinamika tarif dagang Amerika Serikat. Presiden Prabowo Subianto langsung menginstruksikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, untuk memimpin delegasi ke AS.
Delegasi ini berisi para pimpinan kementerian dan lembaga terkait. Mereka ditugaskan untuk bertemu dengan empat pejabat utama AS yang mengatur kebijakan tarif. Di antaranya adalah Secretary of State, United States Trade Representative (USTR), Secretary of Commerce, dan Secretary of Treasury. Delegasi juga dijadwalkan berdialog dengan asosiasi bisnis, lembaga swasta, dan mitra strategis lainnya di AS.
Langkah cepat ini mendapat sambutan hangat dari Pemerintah AS. โIndonesia termasuk salah satu negara yang diterima lebih awal oleh Pemerintah AS untuk membahas kerja sama ekonomi bilateral RI-AS dalam mewujudkan perdagangan yang adil dan berimbang,โ ujar Menko Airlangga, dalam keterangan tertulis dari Washingtong DC, Jumat (18/4/2025) WIB.
Pertemuan pertama digelar Kamis, 17 April waktu setempat. Airlangga bertatap muka langsung dengan Ambassador Jamieson Greer dari USTR dan Howard Lutnick dari Departemen Perdagangan AS. Keduanya merupakan tokoh penting yang menangani langsung kebijakan tarif dagang.
Pertemuan tersebut fokus membahas strategi menghadapi kebijakan Tarif Resiprokal AS terhadap Indonesia. Pemerintah RI menyampaikan berbagai usulan kerja sama. Di antaranya peningkatan pembelian energi, produk pertanian, dan EPC, serta kolaborasi di sektor critical minerals. Pemerintah juga mendorong pemberian insentif bagi perusahaan Indonesia dan AS untuk memperkuat investasi dua arah.
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)