Rilis Fitur Baru BRIGHTS, BRI Danareksa Bidik Transaksi Naik 70% dan AUM Tembus Rp1 Triliun!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) resmi meluncurkan dua fitur baru dalam aplikasi BRIGHTS. Kedua fitur ini adalah Rekomendasi Saham dan Smartinvest Reksa Dana. Peluncuran d...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) resmi meluncurkan dua fitur baru dalam aplikasi BRIGHTS. Kedua fitur ini adalah Rekomendasi Saham dan Smartinvest Reksa Dana.
Peluncuran dilakukan di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis 3 Juli 2025. Langkah ini menjadi bagian dari strategi digital BRIDS untuk meningkatkan pengalaman investasi investor ritel.
Fitur Rekomendasi Saham memberikan saran investasi yang disesuaikan dengan profil dan jangka waktu investor. Pilihannya mencakup Bekel Buat Besok untuk jangka pendek, Stockpick untuk jangka menengah, dan Target Price Fundamental untuk jangka panjang.
Smartinvest Reksa Dana memungkinkan pengguna mengoptimalkan dana yang mengendap di Rekening Dana Nasabah (RDN). Dana tersebut akan secara otomatis dialokasikan ke produk reksa dana agar imbal hasil lebih maksimal.
Direktur Utama BRIDS, Laksono Widodo, menjelaskan target ambisius dari peluncuran dua fitur ini. Ia menyebutkan peningkatan akuisisi nasabah baru hingga 30%, dari 315 ribu menjadi 415 ribu nasabah.
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem